ekowidianto aqiqah – 2008/08/01 09:19 assalamualaikum wr.wb
Rahmat dan keselamatan semoga tetap terlimpah kepada Sayyidina
Muhammad SAW ,para sahabat dan seluruh ahlul baitnya SAW
ya Habibana,ijinkan ana yang hina ini ngudi kaweruh sama habibana
1.apakah aqiqah adalah kewajiban orang tua?
2.bagaimana jika aqiqah yang dilaksanakan,biayanya berasal dari
uang pribadi si anak ?dengan dalih,si anak tak ingin “sedikit”
merepotkan orang tuanya.apakah orang tua si anak tersebut
berdosa?dan,apakah aqiqahnya sah?
demikian ya Habibana.
semoga Alloh memberikan karunia umur panjang dan kesehatan kepada
habibana beserta seluruh keluarga.
jazakalloh khoir
wassalamualaikum wr.wb
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
adminIII Re:aqiqah – 2008/08/03 10:14 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh
Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada
di forum :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Limpahan keridhoan dan kasih sayang Nya swt semoga selalu tercurah
pada anda dan keluarga.
saudaraku yg kumuliakan,
1. Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah
2. ber ikhtilaf para ulama dalam hal ini, namun Jumhur (sebagian
besar) ulama kita dalam madzhab syafii memperbolehkannya, walaupun
ada yg membatasinya hingga usia baligh, namun yg jumhur adalah
boleh kapan saja, yg tidak dibenarkan adalah aqiqah dua kali.
demikian saudaraku yg kumuliakan,
wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=9&id=10949〈=id#10949
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya Keridhoan Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
mengenai aqiqah untuk diri kita sendiri maka hal itu tidak
dianjurkan dalam syariah, demikian dijelaskan dalam Fathul Baari
Almasyhur oleh Imam Ibn Ha4jar, mengenai dalil Aqiqah sangat
banyak diriwayatkan dalam Shahihain, diantaranya Sabda Rasu; saw :
“Setiap kelahiran bayi itu atasnya Aqiqah, maka sembelihlah
untuknya hewan sembelihan” (Bab Aqiqah, Shahih Bukhari hadits
no.5154).
mengenai mereka yg belum mampu dan menyicil aqiqah, sebagian ulama
memperbolehkan hingga batas waktu nifas (60 hari), dan untuk lebih
lama dari itu sebagian ulama memperbolehkan dg syarat sebelum
mencapai dewasa (Baligh), sebagaimana dikatakan dalam Fathul Baari
Almasyhur bahwa orang dewasa yg terlewat dari aqiqah tidak
diwajibkan aqiqah atasnya.
demikian wahai saudaraku yg kumuliakan
wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=9&id=1109&lang=id#1109
Wassalam,
AdminIII
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=17027