| BETI | Berjilbab/ Berkerudung yang benar – 2007/10/19 22:36Assalamu’alaikum Wr, Wb
Bagaimana cara Memakai Jilbab/ berkerudung yang benar. apakah berjilbab Wajib? adakah Habib Mempunyai Hukum2 Memakai Jilbab?? Wassalam |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| admin | Re:Berjilbab/ Berkerudung yang benar – 2007/10/20 02:44Walaikumsalam wr wb,
Mengenai jilbab sudah pernah dibahas sebelumnya diforum ini oleh Habib Munzir, berikut kutipannya: 1. Hijab secara bahasa : adalah penutup/ penghalang/ pembatas dan bagi wanita adalah seluruh tubuhnya dalam madzhab syafi?I., dan pendapat lain mengatakan seluruh tubuhnya kecuali wajah. Dan bagi kita untuk sedikit demi sedikit merangkak pada syari?ah, kalau ia wanita yg biasa membuka auratnya, maka baiknya ia memulai dengan menggunakan pakaian panjang, atau celana panjang, lalu mulai mengenakan jilbab ringkas, lalu berjalan waktu dengan kemuliaan yg ada pd Imannya untuk menggunakan jilbab yg lebih menutup seluruh rambut dan lehernya, lalu kemudian ia meningkat kpd hal yg lebih mulia, yaitu meninggalkan pakaian2 ketatnya menuju kepada kesempurnaan puncak, yaitu sempurnanya Syariah atas mereka, yaitu menutup seluruh tubuhnya dan menggunakan pakaian yg longgar Ada hadits, bahwa Rasul saw bertanya pada para sahabat, : ?wanita manakah yg paling sempurna??. Maka semua sahabat terdiam, dan saat itu diantara mereka adalah Sayyidina Ali kw, yg kemudian bertanya pd Istrinya (Fathimah Puteri Rasul saw), maka Fathimah Azzahra Radhiyallah ?anha (beliau digelari Sayyidatunnisa?il?alamin : pemimpin wanita seluruh alam) menjawab : ?wanita yg tak melihat lelaki dan tak terlihat oleh kaum lelaki?. Maka ketika ucapan ini disampaikan pd Rasul saw maka Rasul saw berkata : ?tepat..!?. Dalil atas hijab ini sudah jelas dalam Alqur?an pun dijelaskan dengan jelas, pada surat Annuur ayat 31 : ?KATAKANLAH PADA WANITA WANITA BERIMAN (mukminat : orang beriman dari kaum wanita) AGAR MENUNDUKKAN PANDANGANNYA DARI MELIHAT KAUM LELAKI DAN MENJAGA KEMALUANNYA DARI HAL YG DIHARAMKAN, DAN JANGAN PULA MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA (kalung dlsb), KECUALI YG TERLIHAT DIPAKAIANNYA, DAN AGAR MENUTUPKAN CADARNYA DIATAS WAJAHNYA DAN DADA SERTA LEHERNYA, DAN JANGANLAH MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA (dan membuka jilbabnya) KECUALI PADA SUAMINYA, ATAU AYAH MEREKA, ATAU AYAH DARI SUAMI MEREKA (mertua), ATAU ANAK LELAKI MEREKA (anak kandung atau anak suson), ATAU ANAK SUAMI MEREKA (anak tiri mereka), ATAU SAUDARA SAUDARA MEREKA (adik/kakak secara keturunan dan suson), ATAU ANAK SAUDARA MEREKA (keponakan), ATAU WANITA LAINNYA (wanita muslimah lainnya, dan aurat harus tertutup pula bila berhadapan dg wanita non muslim), ATAU BUDAK WANITA MEREKA?..hingga akhir ayat? (Annur 31). Namun pendapat yg kedua berpendapat bahwa hal ini (menutup seluruh tubuh dengan serapat2nya hingga tak terlihat oleh kaum lelaki) adalah hanya pd istri istri Rasul saw, namun pendapat pertama yg lebih Arjah (lebih kuat), demikian dalam madzhab syafi’i, namun ada perbedaan pd madzhab yg lain, wallahu a’lam ada pula keringanan bagi wanita yg bekerja, untuk membuka wajahnya, demikian dalam kitab Syarh Baijuri Syarh Abi Syuja’ alaa Madzhab Syafi;i, bab Ahkam Shalat.Maka jelaslah sudah bahwa kesimpulannya puncak kehormatan wanita adalah menutupi dirinya hingga tak terlihat oleh kaum lelaki. (wanita yg berjilbab dan berpakaian agak ketat, masih akan terlihat lekukan dan bagian tubuh yg menonjol di bagian dada dan belakangnya). Inilah puncak kesempurnaan wanita. dan masih banyak lagi dari hal hal yg diperintahkan Allah yg mungkin belum mampu kita jalankan secara keseluruhan, seperti membicarakan aib orang lain misalnya, merupakan dosa besar, demikian pula mengumpat dll, namun ini semua tak akan kita mampu menghindarinya kecuali dg Tadriij (bertingkat tingkat dan selangkah demi selangkah). Dan setiap usaha untuk mencapai suatu perintah Allah, merupakan pahala, sebagaimana saya jelaskan diatas, maka wanita yg menyadari bahwa menutup seluruh tubuhnya adalah wajib, lalu ia mulai berusaha menutup auratnya sedikit demi sedikit, maka saat saat waktu berjalan itu ia tertulis sebagai wanita yg menuju kesempurnaan, contoh : Wanita menggunakan hijab karena menjalankan perintah yg Maha Menciptakannya dari ketiadaan, sebagaimana lelakipun diperintahkan menutupi auratnya, sebagaimana kita mematuhi aturan rt, rw, aturan lalu lintas, sabuk pengaman, helm dlsb, mungkin kita akan melanggar bila kita yakin akan bisa terhindar dari denda atau hukuman, Wallahu a?lam berikut linknya: salam.. |
