|
pancay
|
tajwid – 2007/06/10 20:40Assalamualaikum Wr Wb,
Habibby ana mau tanya lagi..nih, Bagaimana hukumnya apabila kurang jelas dlm membaca tajwid terutama nun bertemu kaf,kof.nun bertemu ba,fa..dlm sholat? Ana juga masih tersedat menerapkan tajwid dlm baca Al quran,bagaimana caranya agar lancar? Mohon penjelasannya,Bib. Jazakallahu Khairan Katsir, |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
|
munzir
|
Re:tajwid – 2007/06/11 16:33Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Limpahan kebahagiaan dan Inayah Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda, saudaraku yg kumuliakan, mengenai mempelajari tajwid masa kini sangat mudah, sudah ada tuntunan mudahnya di buku buku dan dalam beberapa jam saja anda sudah dapat memahami dasar dasarnya. demikian saudaraku yg kumuliakan, wallahu a'lam
|
|||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
|
munzir
|
Re:tajwid – 2007/06/25 01:06Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Inayah dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda, Saudaraku yg kumuliakan, nah.. bila seorang ulama namun memiliki lidah yg tidak fashih, maka ia didahulukan daripada Qari’ yg bukan ulama, namun tentunya jika fatihah nya tak merubah makna. Mengenai ummiy ini, maksud saya adalah sah menjadi makmumnya, walaupun tentunya lebih afdhal adalah yg bacaannya fashih, tapi si Ummiy tadi tetap sah menjadi makmumnya, shalat makmum tidak batal karena bermakmum kepadanya. Dijelaskan bahwa batal shalatnya apabila bacaannya merubah makna fatihah, seraya mengetahui dan sengaja (Busyralkarim 148) Anda dapat menjumpai ulama ulama Mesir yg mengucapkan Qaaf menjadi ‘Ain, padahal mereka ulama ulama kelas atas, atau anda dapat menemukan ada diantara kyai kyai besar yg sudah sangat mendalami syariah dan hukum, namun mereka memiliki lidah yg tidak fashih mengucapkan Zay, dan sebenarnya dijelaskan oleh para ulama bahwa tak ada yg lebih fashih dari Rasulullah saw, dan beliau saw bersabda : “akulah yg paling fashih mengucap “Dhaad”. Banyak orang terjebak kesalahan saat mengucapkan huruf “Dhaad”, mereka mencampurkannya antara Daal dan Zay, dan masih banyak contoh lainnya, sebagaimana dijelaskan oleh para ahli tajwid bila seseorang mengucapkan “Raa”, masih bergetar lidahnya maka ia belum fashih mengucapkan “raa”, di pondok pondok Alqur’an di Jawa Timur, ada yg bertahun tahun tak pernah lulus mengucapkan huruf “raa”, karena masih bergetar lidahnya saat mengucapkannya. Dan masih banyak lagi celah celah tajwid namun hal itu dimaafkan bila tak merubah makna, dan atau tidak sengaja. Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, Wallahu a’lam
|
|||||
