Benarkah Imam Asy^ari Bertaubat

0

Qudamah Benarkah Imam Asy^ari Bertaubat Dari Kefahamannya – 2007/11/06
00:52 Assalamu^alaikum,,ya Habib,,,

Saya ucapin terimakasih bib, atas beberapa jawaban yang habib
berikan berkenaan dengan pertanyaan saya, namun maaf ganggu lagi
nih bib, karena ada pertanyaan yang cukup membuat bingung,,

Begini bib,
saya punya teman yang mengatakan bahwa Imam Asy^ari pernah
bertaubat dari Muktazillah dan kemudian dia juga mengatakan bahwa
kitab yang dipakai di pesantren NU adalah kitab i^tiqad (sifat 20)
yang sudah terpengaruh dengan faham Muktazillahnya Asy^ari sebelum
bertaubat.

Bib, mohon dengan sangat pencerahannya, karena terus terang saya
sangat tidak suka akan hal ini (mencela imam ahlussunnah wal
jama^ah) dengan mengatakannya sebagai pengikut muktazillah dan
kitabnya kita pakai dikatakan sebagai kitab yang sudah terpengaruh
dengan faham muktazillah,,naudzubillah

berikut rujukan mereka bib,,

Al-Hafizh Ibnu Asakir ber­kata di dalam kitabnya Tabyin Kadzibil
Muftari fima Nusiba ila Abil Hasan al-Asy^ari, ^^Abu Bakr Ismail
bin Abu Muhammad al­-Qairawani berkata, ^Sesungguh­nya Abul Hasan
al-Asy^ari awalnya mengikuti pemikiran Mu^taziIah selama 40 tahun
dan jadilah be­liau seorang imam mereka. Suatu saat beliau menyepi
dari manusia selama 15 hari, sesudah itu beliau kembali ke Bashrah
dan shalat di masjid Jami^ Bashrah. Seusai shalat Jum^at beliau
naik ke mimbar se­raya mengatakan: Wahai manusia, sesungguhnya aku
menghilang dari kalian pada hari-hari yang lalu karena aku melihat
suatu permasalahan yang dalil-dalilnya sama-­sama kuat sehingga
tidak bisa aku tentukan mana yang haq dan mana yang batil, maka
aku memohon pe­tunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta^ala sehingga
Allah memberikan petunjuk kepada­ku yang aku tuliskan dalam kitab-
kitabku ini, aku telah melepaskan diriku dari semua yang
sebelum­nya aku yakini, sebagaimana aku lepaskan bajuku ini. maka
beliau melepas baju beliau dan beliau serahkan kitab-kitab
tersebut kepada manusia. Ketika ahlul hadits dan fiqh membaca
kitab-kitab tersebut me­reka mengambil apa yang ada di dalamnya
dan mereka mengakui kedudukan yang agung dari Abul Hasan
al-Asy^ari dan menjadikan­nya sebagai imam.^”

Para pakar hadits (Ashhabul hadits) sepakat bahwa Abul Hasan
al-Asy^ari adalah salah seorang imam dari ashhabul hadits. Beliau
ber­bicara pada pokok-pokok agama dan membantah orang-orang
menye­leweng dari ahli bid^ah dan ahwa^ dengan menggunakan
al-Qur^an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat. Beliau adalah
pedang yang terhu­nus atas Mu^taziah, Rafidhah, dan para ahli
bid^ah.

Abu Bakr bin Faurak berkata, ^^Abul Hasan al-Asy^ari keluar dari
pemikiran Mu^tazilah dan mengikuti madzhab yang sesuai dengan para
sahabat pada tahun 300 H.”

Abul Abbas Ahmad bin Mu­hammad bin Khalikan berkata dalam
kitabnya, Wafayatul A^yan (2/446), ^^Abul Hasan al-Asy^ari awalnya
mengikuti pemikiran Mu^tazilah kemudian bertaubat.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir berka­ta dalam kitabnya, al-Bidayah wan
Nihayah (11/187), “Sesungguhnya Abul Hasan al-Asy^ari awalnya
adalah seorang Mu^tazilah kemu­dian bertaubat dari pemikiran
Mu^tazilah di Bashrah di atas mimbar, kemudian beliau tampakkan
aib-aib dan kebobrokan pemikiran Mu^tazilah.”

Al-Hafizh adz-Dzahabi ber­kata dalam kitabnya, al-Uluw lil Aliyyil
Ghaffar, ^^Abul Hasan al­Asy^ari awalnya seorang Mu^tazilah
mengambil ilmu dari Abu Ali al-­Juba^i, kemudian beliau lepaskan
pemikiran Mu^tazilah dan jadilah beliau mengikuti Sunnah dan
mengikuti para imam ahli hadits.”

Tajuddin as-Subki berkata dalam kitabnya, Thabaqah Syafi­^iyyah
al-Kubra (2/246), ^^Abul Hasan al-Asy^ari -mengikuti pe­mikiran
Mu^tazilah selama 40 tahun hingga menjadi imam ke­lompok
Mu^tazilah. Ketika Alloh menghendaki membela agama­Nya dan
melapangkan dada beliau untuk ittiba^ kepada al-Haq maka beliau
menghilang dari manusia di rumahnya.” (Kemudian Tajuddin as-Subki
menyebutkan apa yang dikatakan oleh al-Hafizh Ibnu Asakir di
atas).

Ibnu Farhun al-Maliki berkata dalam kitabnya Dibajul Madz­hab fi
Ma^rifati A^yani Ulama^il Madzhab (hal. 193), ^^Abul Hasan
al-Asy^ari awalnya adalah seorang Mu^tazilah, kemudian keluar dari
pemikiran Mu^tazilah kepada madzhab yang haq madzhabnya para
sahabat. Banyak yang heran dengan hal itu dan bertanya se­babnya
kepada beliau, Maka be­liau menjawab bahwa beliau pada bulan
Ramadhan bermimpi bertemu Nabi Shalallahu ^alaihi wasallam yang
memerintahkan ke­pada beliau agar kembali kepada kebenaran dan
membelanya, dan demikianlah kenyataannya -walhamdulillahi Taala-.”

Murtadha az-Zabidi berkata dalam kitabnya Ittihafu Sadatil
Muttaqin bi Syarhi Asrari lhya^ Ulumiddin (2/3), ^^Abul Hasan
al-Asy^ari mengambil ilmu kalam dari Abu Ali al-Jubba^i (tokoh
Mu^tazilah), kemudian beliau tinggalkan pemikiran Mu^tazilah
dengan sebab mimpi yang beliau lihat, beliau keluar dari
Mu^tazilah secara terang-terangan, beliau naik mimbar Bashrah pada
hari Jum^at dan menyeru dengan lantang, ^Barangsiapa yang telah
mengenaliku maka sungguh telah tahu siapa diriku dan barangsiapa
yang belum kenal aku maka aku adalah Ali bin Ismail yang dulu aku
mengatakan bahwa al-Qur^an adalah makhluk, bahwasanya Allah tidak
bisa dilihat di akhirat dengan mata, dan bah­wasanya para hamba
menciptakan perbuatan-perbuatan mereka. Dan sekarang lihatlah aku
telah bertau­bat dari pemikiran Mu^tazilah dan meyakini bantahan
atas mereka,^ kemudian mulailah beliau mem­bantah mereka dan
menulis yang menyelisih pemikiran mereka.”

Kemudian az-Zabidi berkata, “Ibnu Katsir berkata, ^Para ulama
menyebutkan bahwa Syaikh Abul Hasan al-Asy^ari memiliki tiga fase
pemikiran: pertama mengikuti pemikiran Mu^tazilah yang kemu­dian
beliau keluar darinya, Kedua menetapkan tujuh sifat aqliyyah,
yaitu; Hayat, Ilmu, Qudrah, Iradah, Sama^, Bashar, dan Kalam, dan
beliau menakwil sifat-sifat khabariyyah seperti wajah, dua tangan,
telapak kaki, betis, dan yang semisalnya. Ketiga adalah menetapkan
semua sifat Allah tan­pa takyif dan tasybih sesuai man­haj para
sahabat yang merupakan metode beliau dalam kitabnya al-Ibanah yang
beliau tulis belakangan.^”

Jazakallah,,

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Benarkah Imam Asy^ari Bertaubat Dari Kefahamann – 2007/11/08
11:30 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Curahan Rahmat Nya swt semoga selalu menghujani kemudahan pada
hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
apapun yg disangahkan mereka, ketahuilah bahwa Imam Asy^ariy
diakui oleh Imam Imam Ahlussunnah waljamaah, dan jika ia batil
maka niscaya akan dibatilkan pula oleh Imam Imam kita,

sepanjang riwayat yg disampaikan, justru memuji dan mensucikan
Imam Asy^ariy, bahwa ia kini dalam kebenaran, mengenai dahulunya,
maka seluruh khulafa urrasyidin pun kafir, seluruh muhajirin dan
anshar pun kuffar, namun mereka kemudian sampai pada kebenaran,

kita tak butuh pendapat orang bodoh untuk menilai imam imam kita.

anda mintalah pada teman anda itu, apa saja poin poin ajaran Imam
Asy^ariy yg kini dijalankan dan dipakai oleh ahlussunnah waljamaah
yg dianggap sesat?,

tunjukkan poin poinnya dan saya akan menjelaskan semuanya, jika
mereka tak mampu menunjukkannya maka itu adalah jawaban yg jelas
bahwa mereka adalah batil,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=9142

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted