Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari habiby,
habiby yg kumuliakan,
antum beramallah sebanyak banyaknya, tak usah bingung urusan riya, ujub dlsb, itu justru makin difikirkan maka makin menyusahkan,
kalau pribadi saya, saya tak suka memikirkan ujub, riya dlsb, saya ibadah ya ibadah saja, kalau orang melirik dan melihat itu urusannya sendiri, dia mau memuji atau menghina sayapun tak perduli, dan sekali kita memperhatikan orang yg memperhatikan kita beribadah, maka kita akan terjebak dalam riya dan ujub dlsb.
jangan perdulikan, kalau anda masih merasa ada riya dan ujub maka selepas beramal maka berdoalah pada Allah swt, wahai Allah, aku tak mampu menghindarinya, maka hindarkanlah dariku,
sungguh bila aku mampu meninggalkan riya dan ujub, lalu aku disuruh memilih antara ibadah ikhlas dan ibadah riya, niscaya aku memilih ibadah ikhlas dan melemparkan riya sejauh jauhnya, namun aku belum mampu.. maka bantulah..
nah.. bila anda berdoa begitu maka anda telah bebas dari semua himpitan riya dan ujub, karena anda telah berlepas diri pada Allah swt, dan orang tak dipaksa kecuali kemampuannya.
berkata Sayyidina Ali kw : "janganlah kalian meninggalkan ibadah hanya karena takut riya, karena meninggalkan ibadah karena takut riya maka itulah hakikat riya"
mengenai Istiqomah itu saudaraku, bertingkat tingkat, derajat istiqomah yg terendah adalah tak meninggalkan shalat lima waktu, dan semakin tinggi lagi adalah orang yg setiap harinya pasti mengamalkan sunnah, walaupun berbeda beda, misalnya ia pagi shalat qabliyah, siang tidak, sore qabliyah, besok subuh tidak qabliyah, tapi dhuhur pakai sunnah, nah.. inipun istiqomah terhadap sunnah, karena dalam setiap harinya ia mengamalkan sunnah walau belum beraturan, namun amal sunnah mengalir setiap hari di buku amalnya,
lalu lebih tinggi lagi, lagi dan lagi..
jadi segala masalah itu jangan dipersulit habiby, beramallah sebanyak banyaknya.. jangan tertipu dg bayangan istiqomah tertinggi lalu meninggalkan istiqomah pada peringkat kedua, raihlah yg kita mampu.. bila kita tak mampu meraih berlian maka raihlah emas, bila kita tak mampu meraih emas maka raihlah perak, sungguh jauh lebih baik daripada tak berhasil meraih berlian lalu berdiam diri..
demikian habiby yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
wallahu a'lam