bolehkah aliran dalam islam

0

zzjammie bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 01:44 Assalamu^alaikum
Wr. Wb.

Yaa habib Munzir kaifa halukum ?

Ane berharap antum selalu sehat wal afiat dan selalu dalam
lindungan Allah SWT. Amin

yaa habib ana mau tanya tentang aliran dalam islam yang menurut
ana sangat penting supaya tidak saling menyalahkan. ya habib dalam
hadits nabi dijelaskan “bahwa islam akan terpecah kedalam 72
golongan, kesemuannya masuk neraka kecuali 1 yang selamat yakni
Ahlussunnah wal jamaah”. lebih kurang seperti itu bunyinya. yang
jadi pertanyaan ana :
1. apakah selain ahlussunnah wal jamaah seperti syiah, mu^tazilah,
qodariah dll tidak akan selamat, pada hal mereka mempercayai dan
meyakini Allah sebagai tuhannya dan Mahammad SAW sebagai Nabinya ?
mohon dijelaskan ya habib agar ana tidak salah pengertian.
2. dalam islam hal-hal apa saja yang dibolehkan berbeda dan
hal-hal apa saja yang tidak dibolehkan untuk berbeda ? dan
bagaimana perbedaan golongan dalam islam ?

jazakallah ya habib atas jawabannya. dan ane mohon maaf kalau ada
kesalahan dalam pertanyaan ane.

Wassalamu^alaikum Wr. Wb
Hazami

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 13:32 alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menghiasi hari hari anda

saudaraku yg kumuliakan,
banyak hadits yg meriwayatkan ucapan itu, ada diantaranya yg
shahih, ada yg hasan dan dhoif, haditd itu sebagai tandzir
(peringatan) dari rasul saw, agar muslimin tetap dalam kelompok
terbanyak dan menghindari permusuhan, dan agar muslimin terus
dalam kelompom terbesar dan tidak membuat kelompok baru,
ahlussunnah waljamaah adalah mereka yg menjalankan sunnah dan
dalam kelompok terbanyak, yaitu keempat madzhab, karena keempat
madzhab inilah yg ratusan Imam dan Muhadditsin mengikutinya
sebagai penerus syariah yg benar, dan bermunculannya kalangan
madzhab dan ajaran yg bertentangan dg mereka maka mereka inilah yg
keluar dari ahlussunnah waljamaah.

landasannya adalah hadits Rasul saw : “Barangsiapa yg memisahkan
diri dari kelompok muslimin sejengkal lalu ia wafat, maka wafatnya
adalah dalam keadaan matinya orang jahiliyah” (Shahih Bukhari
hadits no.6724).

keempat madzhab itu kesemuanya tidak berpecah belah, karena Imam
Ahmad bin Hanbal adalah murid Imam Syafii, mereka hidup rukun dan
tak bermusuhan, Imam Ahmad bermakmum kepada Imam Syafii dan Imam
Syafii memuliakan muridnya itu,
Imam Syafii adalah murid Imam Malik, dan Imam Malik bersama Imam
Hanafi hidup sezaman dan saling bersahabat dan bertukar pendapat,
dan keduanya berjumpa dengan sahabat dan Tabi^in, langsung
mengambil dari generasi generasi pertama, dan kemudian ratusan
Imam dan Muhadditsin dizamannya dalam satu rumpun.

lalu muncullah syiah yg mengkafirkan sahabat Rasulullah saw, lalu
muncul khawarij, qadariyah, jabariyah, wahabi yg mengatakan
musyrik pada para shalihin dan wali Allah, yg masing masing adalah
sesat dan keluar dari ajaran syariah, namun Ahlussunnah waljamaah
tetap berdiri dengan tegak, mereka sejalan dg sunnah dan Qiyas
para Imam dan muhadditsin.

hingga kini ahlussunnah waljamaah tetap kelompok terbanyak,
walaupun sudah sangat banyak kelompok sesat yg muncul dan
memisahkan diri dari ahlussunnahwaljamaah dg menyalahkan pendapat
para Imam dan Muhadditsin, dg pemahaman yg dangkal mereka menusuk
fatwa Imam Imam besar yg hafal jutaan hadits dan pakar pakar
syariah di masa lalu

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

zzjammie Re:bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 21:25
Assalamu^alaikum. Wr. Wb.

Yaa habib bagaimana jelasnya pengertian / makna hadist nabi yang
menyatakan bahwa islam akan terpecah kedalam 72 golongan yang lain
masuk neraka dan hanya satu yang selamat ?
lalu bagaimana perbedaan dalam masalah furu^ (cabang) apakah juga
di perbolehkan ? dan bagaimana dengan masalah i^tiqad ? sebab ana
punya kenalan wahabi juga mengaku ahlussunnah wal jamaah.

syukran atas penjelasannya yaa habibbana. afwan kalau ana kurang
hormat.

Wassalamu^alikum Wr. Wb
Hazami

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminIII Re:bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 21:53 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut kutipan jawaban Habibana yang
sudah ada di forum :

sabda Rasul saw : “Sungguh Bani Israil itu terpecah menjadi 71
golongan, dan akan terpecah ummatku menjadi 73 golongan,
kesemuanya di neraka kecuali satu”, maka ditanyakan pd beliau :
siapa yg satu golongan itu ?, maka beliau menjawab : “yg aku saat
ini dan sahabatku”.(Mustadrak Alaa Shahihain, hadits no.4444 Juz 1
hal 218).
dalam kitab yg sama dikatakan hadits bahwa Kaum nashrani terpecah
menjadi 72 golongan.
juga diriwayatkan bahwa ummat muhammad saw terpecah dalam 72
golongan, kesemuanya di neraka kecuali satu saja, dan itulah
jama^ah mayoritas,. (hadits shahih Ahaditsilmukhtarah hadits
no.2500 Juz 7 hal.90)

demikian pula dibahas dengan jelas dalam Tafsir Imam Qurtubi Juz
4, bahwa ada pendapat ulama yg mengatakan bahwa 72 golongan lain
itu dalam ummat ini adalah Ya^juj dan Ma^juj beserta kelompoknya
serta dajjal, adapula yg mengatakan bahwa itu adalah kelompok
Yahudi dan Nasrani yg menyelusup dalam islam dg syahadat namun
mereka merubah syariah islam dan Alqur^an,

yg jelas bahwa pendapat Jumhur, bahwa satu yg selamat adalah yg
Jama^ah, yaitu kelompok yg terbanyak, yaitu ahlussunnah
waljama^ah, walaupun mereka masih terpecah dg madzhab, namun
mereka tidak saling melaknat dan menyalahkan, sebagaimana
munculnya salafiah yg mengkafirkan dan mengatakan musyrik pada
ahlussunnah waljamaah,
Ahlussunnah waljamaah adalah kelompok terbesar dimuka bumi sejak
Rasul saw dibangkitkan dan akan berkesinambungan hingga akhir
zaman, dan Rasul saw telah menjelaskan bahwa kelompok yg selamat
itu, adalah yg Jamaah, yaitu yg terbanyak diantara mereka.

dan yg celaka adalah kelompok yg memisahkan diri dan mengatakan
sesat atas kelompok yg induknya, kelompok baru yg memecah diri,
itulah yg sesat, karena mereka sebelumnya tdk ada, lalu berpisah
dan membuat kelompok sendiri dan meyalahkan kelompok asalnya,
padahal kelompok asal itulah yg menjadi curahan Bimbingan Rasul
saw dari para sahabatnya, bukan mereka kelompok baru yg hanya
menukil dan menakwil dari buku2 bekas bekas peninggalan yg sudah
segelintir saja dari seluruh bimbingan yg tidak lagi teriwayatlkan
dibuku.

wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=786&lang=id#786

Mengenai kelompok salafy itu adalah muncul dari ajaran Ibn
Abdulwahhab, ajaran sesat yg semakin merajalela dimuka bumi, namun
kini mulai diperangi dengan kebenaran dan hujjah hujjah yg shahih
oleh para ulama kita.
ciri ciri ahlussunnah waljamaah mereka bermadzhab salah satu dari
4 madzhab, yaitu Syafii, Maliki, Hanbali dan hanafi. keempat Imam
Besar inilah yg disebut kelompok ahlussunnah waljamaah, karena
diikuti oleh ribuan muhadditsin, huffadh dan Imam Imam lainnya.
boleh saya jelaskan sedikit tentang mereka ini, seorang Muhaddits
haruslah hafal 10.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya,
sedangkan kalau satu hadits itu panjangnya dua atau tiga kalimat
misalnya, itu bisa menjadi dua halaman panjangnya bila dengan
hukum matan dan sanadnya. lalu bagaimana dengan hafal 10 ribu
hadits?, nah.. jumlah Muhaddits ini ribuan di zaman itu, dan
diatasnya ada lagi yaitu Imam, contohnya Imam Ahmad bin Hanbal, ia
hafal 1 juta hadits dengan sanad dan matannya.
nah.. saudaraku.., Imam Ahmad bin Hanbal itu adalah murid dari
Imam Syafii, dan Imam Syafii adalah guru besar para imam,
diantaranya Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar, Imam Assuyuthiy, Imam
Rafi^i dan banyaklagi yg kesemuanya bermadzhab syafii, dan
sebagian besar muslimin di bumi bermadzhab syafii, dan negara
Indonesia ini kesemua musliminnya bermadzhab syafii.
nah saudaraku, siapa pula si salafy salafy ini?, muncul membid^ah
dan memusyrikkan orang orang muslim, tak satupun dari mereka
sampai derajat Muhaddits, apalagi Imam, kalau anda tanya pada
mereka berapa syarat sah wudhu barangkali mereka tak tahu.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=7&id=1180&lang=id#1180

Saudaraku, itu hanya masalah khilafiyah saja, silahkan saja
berbeda pemahaman dalam keagamaan jika masih dalam hal furu^
(cabang) dan masih mengakui “Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad
adalah Rasul Allah”, karena Rasul saw mengajarkan bahwa pada
perbedaan pendapat itu selayaknya menjadi rahmat bukan perpecahan.

Namun jika telah memasuki ranah ushul (pokok) dan menyimpang dari
mainstream yang ada, yah silahkan bikin perahu sendiri dengan
tanpa memakai nama islam.wallahu a^lam

Wassalam,
AdminIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

zzjammie Re:bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 22:16 Asslamu^alaikum
Wr. Wb.

Ana ucapkan syukran katsiran atas jawabannya, jelas bagi ana
jawaban habibana dan admin, semoga Allah selalu memelihara aqidah
ahlussunnah wal jamaah kita hingga akhir hayat kita dengan
mengucapkan “laailaahaillallah muhammadarasulullah”.

ana minta diperjelas sedikit mengenai jawaban habib yang
menyinggung masalah hadits dimana dijelaskan ada hadits yang
shahih, hasan, dhoif, dll. bagaimana kalau kita melakukan suatu
amalan bukan hanya dengan hadits yang shohih tetapi juga hasan,
ahad, ataupun dhoif ? bagaimana orang yang tidak mau mengamalkan
hadits doif, kalau kita ketahui semuanya jelas berasal dari
Rasulullah yang merupakan wahyu Allah juga ?

syukran katsiran atas jawabannya dan mohon maaf apabila ada salah
dalam pertanyaan saya.

Waallau a^lam.
Wassalamu^alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminIII Re:bolehkah aliran dalam islam – 2008/06/30 22:54 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh

Hayyakumullah.. semoga Allah menyambut anda dengan segala anugerah
Nya swt..

Saudaraku yang kumuliakan, berikut kutipan jawaban Habibana yang
sudah ada di forum :

mengenai beramal dg hadits dhaif, merupakan hal yg diperbolehkan,
namun tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum.
namun tak sepantasnya kita menafikan hadits dhaif, karena ia
hanyalah hadits yg lemah sanad periwayatnya, atau pada matannya,
namun bukan berarti ia adalah palsu, karena hadits palsu dinamai
hadits munkar, atau mardud, Batil, bukan hadits dhaif.

tidak sepantasnya kita menafikan hadits dhaif karena hadits dhaif
diakui sebagai ucapan Rasul saw, dan tak satu muhaddits pun yg
berani menafikannya, karena menafikannya berarti mendustakan
ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur : “Barangsiapa yg sengaja
berdusta dengan ucapanku, maka hendaknya ia bersiap siap mengambil
tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari hadits no.110), sabda beliau
saw pula : “sungguh dusta atasku tidak sama dengan dusta atas nama
seseorang, barangsiapa yg sengaja berdusta atas namaku maka ia
bersiap siap mengambil tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari hadits
no.1229), cobalah anda bayangkan, mereka yg melarang beramal
dengan hadits dhoif berarti mereka mendustakan ucapan Rasul saw,
dan merekapun jelas jelas menuduh para periwayat itu telah
berdusta dan telah kufur karena meriwayatkan hadits palsu.

sesekali kita tak boleh memusuhi mereka ini, mereka jahil dan tak
mengerti ilmu hadits,

wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu
tak ada di zaman Rasul saw, ilmu hadits itu adalah Bid^ah hasanah,
baru ada sejak Tabi^in, mereka membuat syarat perawi hadits,
mereka membuat kategori periwayat yg hilang dan tak dikenal, namun
mereka sangat berhati hati, karena mereka mengerti hukum, bila
mereka salah, walau satu huruf saja, mereka bisa menjebak ummat
hingga akhir zaman dalam kekufuran, maka tak sembarang orang
menjadi muhaddits, lain dengan mereka ini yg dengan ringan saja
melecehkan hadits Rasul saw.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=7&id=1180&lang=id#1180

Wassalam,
AdminIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=15922

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted