wanendi Cara Melihat Syaitan…. – 2008/07/17 03:43 Assalamualaikum Wr Wb
Salam hormat beribu kasih kepada Tuan Guru Hb Munzir ..
Semoga Allah Melimpahkan rahmat dan keselamatan yang sempurna atas
Baginda Nabi Rasulullah SAW.(..Amin ) Dengan kemuliaan Baginda
Nabi Rasulullah SAW terlepaslah berbagai keruwetan dan kesusahan
Umat….Dengan kemuliaan Beliau semoga kita semua mendapatkan
husnul Khotimah dalam segala hal dan diturunkannya hujan (rahmat)
atas berbagai awan (kejelekan, kesempitan dan kesusahan) dengan
keberkahan Baginda yang mulia. Dan semoga dilimpahkan salam dan
kesejahteraan atas keluarga dan para sahabatnya dalam setiap
kerdipan mata dan nafas dengan jumlah bilangan yang dimaklumi
Allah wahai tuhan pemiliki alam semesta…
Amin… amin ya robba Jibril wa Mikail wa Isrofil Fa trossamawati
wal ard..
( dikutip dari sholwat nariyah)
Pernah dikisahkan pada kehidupan sebuah pesantren yang di pimpin
oleh seorang guru pembimbing yang begitu arif dan bijaksana….
Kisah ini terjadi pada saat seorang murid terbaik pesantren
tersebut akan berangkat mengembang tugas dalam siar agama
Rasulullah SAW….
Ada beberapa pembicaraan ;;
Sang Guru : wahai nanda, saatnya engkau telah menamatkan
pelajaran nanda di pesantren ini, ilmu pengetahuan agama telah
nanda kuasai dengan cukup baik… yahnda berpesan, siarkan agama
Junjungan kita Baginda Rasulullah SAW sebagaimana pesan yang telah
di wasiatkan Beliau kepada kita semua….
Sang Murid : Baik yahnda, insya Allah saya akan bearusaha dengan
sekemampuan saya untuk melaksanakan tugas ini… tapi yahnda…
Sang Guru : Ada apa nanda..?? apa lagi yang engkau risaukan…
Sang Murid : nanda telah banyak menimba ilmu dari yahnda, nanda
banyak membaca dan menghafal beberapa kitab penting islam, tapi
nanda masih ragu akan keberadaan syaitan yang nyata senyata
nyatanya sebagai musuh manusia… yahnda,.. bolehkah nanda
bertanya, apakah bisa syaitan itu dilihat dengan mata manusia
secara wajar… dan bagaimana caranya wahai yahnda….??
Sang Guru tersenyum… Sang Guru mengangguk dan mengerti apa yang
di pikirkan oleh sang murid, kemudian Sang Guru berkata :
baiklah, insya Allah besok adalah hari jum at, dan besok akan
nanda saksikan bentuk syaitan yang nyata yang dapat dipandang oleh
mata manusia secara wajar…
Keesokan harinya tepat pada hari jum at, Sang guru dan Sang Murid
tadi pergi menjalankan sholat Jum at bersama. Setelah melakukan
sholat sunnah Tahyatul masjid,…. sang Guru mengaja Sang Murid
Untuk duduk di safh paling belakang….dan Murid bertanya : wahai
yahnda,..mengapa kita duduk di safh paling belakang, baginda Rasul
telah memesankan kita untuk duduk di safh pertama agar mendapatkan
seekor kerbau yang gemuk dan sehat…
Sang Guru : nanda, untuk hari ini biarlah kita hanya mendapatkan
sekantung kurma saja agar nanda dapat melihat bentuk syaitan yang
nyata…… dan mulai saat ini, nanda perhatikanlah setiap jamaah
yang memasuki Masjid ini dan yang keluar dari masjid ini….
Sang Murid pun mendengarkan perkataan Sang Guru…
Setelah sholat selesai, Sang Guru pun bertanya kepada Sang Murid :
Wahai nanda, apakah semua jamaah yang masuk dan keluar dari
masjid ini atelah engkau perhatikan dan ingat semuanya….
Sang Murid menjawab : Sudah ya yahnda…jadi mana setannya..???
Sang Guru : apakah nanda melihat jamaah yang terakhir sekali
memasuki masjid dan yang pertama sekali keluar dari masjid pada
hal dia belaum melaksanakan permintaannya kepada Allah SWA….
Sang Murid : ada ya yahnda….si itu ….si itu dan si itu… dan
itu lagi… dan itu juga ….nah… itu juga …
Sang Guru : itulah bentuk syaitan yang nyata yang dapat dipandang
oleh mata sewajarnaya… mengapa demikian…? karena surga pernah
berdoa kepada Allah : Ya Allah … hamba memohon kehadapan Mu ya
Robb… janganlah engkau memasukkan hamba hamba Mu kedalam ku
sedangkan mereka masih memiliki sifat sombong walaupun sebesar
zarroh ( atom / pecikan kembang api di bagi miliaran kali),
kemudian Allah Berfirman : …. aku tidak akan izinkan siapapun
masuk kesorgaku apabila dia masih memiliki sifat sombong walaupun
sebesar zarroh…. dan sesungguhnya perbuatan yang paling sombong
adalah makhluk yang tidak mau meminta kepada sang Kholik… Allah
fa tros samawati wal ard…sedangkan sombong adalah pakaian
kebesaran Allah yang telah ia simpan di lemarinya dengan rapat dan
sangat tertutup… dan Allah tidak ingin memakainya.
Sang Murid tampak mengangukkan kepalanya sebagai tanda mengerti,
kemudian sang Murid berpamitan kepada Sang Guru dengan segala
hormat dan kasih demi embanan tugas dari junjungan dari puncak
kemuliaan Baginda Rasulullah SAW…..
Wallahu a lam
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=16623