Habib Kapan Dakwah Petukangan

0

syamsuddinAljawi Habib Kapan Dakwah Petukangan – 2007/10/23 07:07 Assalamu
`alaikum Yaa Habibi..

Habib kondisi Masjid-masjid dan Mushalla di Petukangan Utara
Jakarta Selatan hampir semuanya kini telah diambil oleh
orang-orang salafy wahabi, padahal mereka didalam Masjid
hanya segelintir orang saja, Ana sudah bicarakan dengan
Habib Ahmad bin Novel bin Jindan dan beliau Insya Allah akan
memfokuskan program dakwah didaerah Petukangan Utara, Habib
Ahmad bin Jindan sudah menargetkan bahwa dalam waktu satu
tahun, Masjid-masjid Ahlussunnah harus sudah kembali
ketangan orang-orang Ahlussunnah wal Jama`ah.

Begitupun dengan KH.Ahmad Nawawi Pondok Pesantren
Al-Musyaroffah beliau mendukung didalam pengambil alihan
masjid-masjid yang kini telah dikuasai mereka

hal ini pun telah kami laporkan kepada Lurah setempat dan
Alhamdulillah seluruh jajaran kelurahan mendukung penuh
didalam gerakan pengambil alihan masjid-masjid yang kini
telah berada ditangan salafy wahabi.

Habib mereka dengan terang-terangan menolak maulid Nabi Saw,
namun mereka juga mengelak jika disebut wahabi, orang-orang
mereka ini biasanya pandai bicara didalam menyembunyikan
keyakinannya.

Habib kapan berdakwah di Petukangan? bukankah Petukangan itu
dekat dengan rumah Habibi…

Habib jika mereka sudah menguasai seluruhnya niscaya sudah
tidak ada lagi diantara keturunan kami yang berakidahkan
Ahlussunnah wal Jama`ah, karena sudah dianggap sesat oleh
salafy wahabi ini.

AWAS SALAFY WAHABI MENGAFIRKAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA`AH
D A K W A H A H L U S S U N N A H
D I U SI R D A N D I A N G G A P S E SAT !
20 Oktober 2007

Dakwah yang dihadapi oleh da`i-dai Ahlussunnah Wal Jama`ah
di Jakarta kini sungguh memprihatinkan, begitulah yang telah
terjadi wilayah Rw.09 Petukangan Utara jakarta Selatan,
dakwah Masjid yang selalu diisi oleh Ulama-ulama serta
guru-guru Ahlussunnah Wal Jama`ah mereka hentikan lalu di
ambil alih, karena memang ketidaksamaan paham antara ketua
Masjid yang baru. yang notabene nya adalah ajaran salafy
wahabi dan merupakan eks dari LDII, memang sangat tidak
sepaham dengan guru-guru Ahlussunnah wal Jama`ah. Hal ini
terjadi di Masjid An-Nuur RW. 09 wilayah Petukangan Utara
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Seorang pendatang yang merupakan corong dari bibit-bibit
wahabi diwilayah Rw. 09 serta merupakan eks dari aliran
sesat di Indonesia yakni LDII atau Islam Jama`ah yang sudah
terbiasa mengafirkan orang Islam diluar kelompoknya dan kini
berpahamkan salafy wahabi. Setelah kedatangan orang ini di
wilayah Petukangan Utara RW.09, maka didalam masjid pun
penuh dengan pergolakan-pergolakan pemikiran serta selalu
terjadi koflik-konflik di dalam Masjid, orang ini selalu
menghasut seluruh jama`ah Masjid dan orang-orang disekitar
Masjid tersebut mengenai ajaran-ajaran guru-guru Ahlussunnah
wal Jama`ah, dengan mengatakan bahwa apa yang diajarkan oleh
Habib dengan kitab-kitabnya tersebut adalah ajaran sesat dan
tidak ada dalilnya didalam Al-Qur`an.

Orang pendatang ini datang kemasjid layaknya jama`ah umum
biasa, ia ikut memakmurkan Masjid dan mengikuti
amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah seperti ikut
menghadiri didalam Tahlilan, Pembacaan Yaasin dan
amalan-amalan Ahlussunnah lainnya. Ia pernah mengatakan
bahwa kita tidak akan bisa merubah sebuah kebiasaan (Tahlil,
Yasinan dan Maulid Nabi Saw) selain kita harus mengikuti
kebiasaan mereka lalu kita pun merubah pemikiran mereka
barulah kita bisa merubahnya. Jadi orang ini ikut menghadiri
Pembacaan Yaasin, Tahlilian dan Maulid Nabi Saw hanya
merupakan topeng agar masyarakat awam tidak mengetahui
tentang maksud-maksud dan keinginannya.

Setelah terjadi pengunduran diri ketua Masjid sebelumnya ia
pun berpesan kepada jama`ah agar menjaga kedua majelis ta
`lim yang sudah berjalan sejak lama di Masjid An-Nuur
tersebut, karena ketua Masjid sebelumnya sudah mengetahui
akan adanya ajaran-ajaran yang membeci dakwah-dakwah
Ahlussunnah wal Jama`ah, namun bertentangan pada
kenyataannya. Orang yang berpahamkan salafy wahabi atau eks
LDII ini akhirnya ia pun diangkat sebagai ketua Masjid,
karena dianggap ia banyak bicara tentang agama dan keawaman
massyarakat disekitarnya, karena mengira orang ini
berpahamkan Ahlussunnah padahal orang ini adalah eks LDII
atau kini telah menjadi Wahabi. Dan mengaku sudah keluar
dari aliran sesat LDII tersebut, padahal ia hanyalah seorang
pendatang dan tempat tinggalnya pun hanya mengontrak sebuah
rumah bukan pemukim tetap namun tetap saja karena
kelicikannya ia dapat maju menjadi ketua Masjid diwilayah
tersebut.

Dan setelah ia menjadi ketua Masjid maka diberhentikan kedua
ta`lim yang yang mengajarkan Ahlussunah wal Jama`ah yang
bertentangan dengan ajaran salafy wahabinya, Ta`lim yang
biasa diasuh oleh guru-guru Ahlussunnah ini dia hentikan
karena bertentangan dengan ajaran salafy wahabinya. Sebut
saja beliau adalah Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Ahmad
bin Husein bin Thalib Alatas, salah seorang cucu dari
Shahibul Haul Pekalongan Al-Habib Ahmad bin Tholib Alatas.
Beliau mengajar di Masjid tersebut Kitab Fiqih Ahlussunnah
Wal Jama`ah yaitu kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi r.a dan
Kifayatul Akhyar. Ketua Masjid yang baru tersebut selalu
menentang apa yang diajarkan oleh beliau, Hujatan, makian
dan cibiran sinis serta kebencian dari orang ini yakni yang
berpaham salafy wahabi sudah menjadi makanan sehari-hari.

Habib Abdullah Alatas ini dahulu di Masjid tersebut mengajar
sekaligus sebagai Khatib dan Imam pada Shalat Jum`at di
Masjid tersebut, namun anehnya pada saat pembuatan jadwal
pada tahun terakhir sebelum pemberhentian majelis ta`lim
dimasjid tersebut, nama Al-Habib Abdullah Alatas ini sudah
tidak tercantum lagi di Masjid An-Nuur tersebut dengan dalih
bahwa Khatib dan Imam Jum`at tidak diperkenankan dari luar
wilayah Petukangan dan hanya Ustadz-ustadz dari wilayah
Petukangan saja, padahal hal tersebut memang sudah menjadi
keinginannya untuk memberhentikan habib ini dari Masjid yang
kini ia pimpin tersebut, karena dianggap guru-guru yang
mengajar di Masjid tersebut sebagai penghalang ajaran-ajaran
pemahaman LDII atau salafy wahabi pada masa kini. Habib
Abdullah Alatas mengajar di Masjid ini kurang lebih enam
atau tujuh tahun jauh sebelum kedatangan orang tersebut yang
berpahamkan salafy wahabi ini, namun setelah kedatangannya
didalam Masjid tersebut selalu terjadi konflik karena banyak
perbedaan pemahaman yang sangat mencolok.

Begitupun dengan Al-Ustadz Hambali Aselih S.Ag yang juga
mengajar di Masjid An-Nuur tersebut dan merupakan salah
seorang murid dari Ulama besar Jakarta yakni Almagfurllah
Al-Mu`allim K.H. Muhammad Syafi`I Hadzami. Al-Ustadz Hambali
Aselih S.Ag sendiri di Masjid tersebut mengajarkan kitab
An-Nasiidhud Ad-Dinniyyah karya Asy-Syaikh As-Sayyid
Abdullah bin Alwi Al-Haddad Shahibur Ratib. Karena
penghentian majelis yang dilakukan oleh ketua Masjid yang
baru yang merupakan eks LDII atau kini menjadi salafy
wahabi, akhirnya ta`lim pun kami pindahkan dari rumah
kerumah jama`ah Majelis. Namun tidak hanya sampai disitu,
Label sesat yang dialamatkan kepada orang-orang yang
mengikuti ta`lim kedua guru-guru Ahlussunnah ini mereka cap
sesat, pemuda-pemuda yang ikut mengaji didalamnya akan
dilarang oleh orang tuanya, karena Label sesat majelis kami
oleh orang yan berpahamkan salafy wahabi ini.ketika kami
mengadakan majelis diluar wilayah tersebut, mereka tetap
saja menebarkan fitnah bahwa majelis ta`lim yang dipimpin
oleh guru-guru Ahlussunnah wal Jama`ah tersebut adalah
majelis-majelisnya orang-orang sesat, dan fitnah tersebut
bersumber dari eks LDII ini atau wahabi . Orang ini tidak
akan segan segan mencibir sinis kepada kami yang selalu
istiqamah mengamalkan amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah
seperti pada saat majelis membaca Maulid Nabi Saw Orang ini
menghina dan mencela, ketika majelis membaca Shalawat Nabi
Saw orang ini menghina dan mencela, mendawamkan dzikir orang
ini menghina dan mencela, membaca kitab-kitab Ulama orang
ini menghina dan mencela, serta dalam pandangan mereka kami
adalah orang-orang yang sesat dan menyesatkan, hanya kami
mencintai Ulama-ulama Ahlussunnah dan mendawamkan
amalan-amalan Ahlussunnah wal Jama`ah.

Setelah orang ini berhasil menguasai dan mengambil alih
Masjid, maka mulailah ketua Masjid ini mengajar Al-Qur`an
dengan terjemahnya seperti metode salafy wahabi, ia
membacakan Al-Qur`an terjemah lalu menafsirkan sesuai
pemahamannya yang dahulu pernah diajarkan di LDII dan
buku-buku wahabinya, kepada orang-orang yang memang sangat
awam terhadap agama hingga akhirnya terpengaruh.
Orang eks LDII atau wahabi ini mengatakan bahwa syafa`at
Nabi Muhammad Shalallahu `alaihi wassallam tidak ada,
padahal hal itu terdapat didalam hadits-hadit shahih. Dalam
Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan Sunan At-Tirmidzi
diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah Saw
bersabda: Setiap Nabi memiliki do`a Mustajab (Diterima).
Setiap Nabi telah melakukan do`anya itu didunia, sedangkan
aku menyimpan doaku sebagai syafa`at bagi umatku dihari
kiamat. Syafaat itu Insya Allah akan diperoleh oleh siapa
saja diantara umatku yang mati dengan tidak menyekutukan
Allah dengan sesuatu apapun. Dengan demikian Ulama terdahulu
telah memfatwatkan kafir terhadap orang-orang yang
mengingkari hadits-hadts Nabi Saw dan menyebutnya dengan
kelompok ingkar Sunnah.

Ketika kami dahulu ingin mengadakan Maulid Nabi Saw disertai
dengan santunan anak-anak yatim tahunan, Lalu orang ini
mengatakan bahwa saya lebih baik memberikan Santunan
anak-anak yatim daripada membuat Maulid Nabi Muhammad Saw,
dan mengatakan bahwa maulid Nabi Saw bagi tidak ada
manfaatnya bagi umat hingga ia pernah mempertentangkan
tentang shalawat Nabi Muhammad Saw, jadi menurut orang ini
selain dari “Allahumma Shalli ala Muhammad wa ali Muhammad”
(tanpa menyebut kata Sayyidina ) semuanya bukan shalawat
dan hanya syair-syair bid`ah saja.

Dan mengatakan Nabi Isa as tidak akan turun lagi karena ia
membaca Al-Qur`an bahwa ia sudah diwafatkan dan tidak akan
pernah turun lagi padahal sudah diterangkan oleh guru kita
namun orang ini tetap bersikeras bahwa Nabi Isa As tidak
akan turun lagi dan tentu saja bertentangan dengan aqidah
Ahlussunnah wal Jama`ah, lalu Mengusap wajah setelah selesai
sholat baginya bukan merupakan sunnah Nabi Saw, orang ini
mengatakan yang terbiasa melakukan hal itu hanyalah para
habib-habib saja (bid`ah maksudnya) karena menurutnya pada
zaman Nabi Muhammad Saw , Nabi Saw melakukan sholat dengan
tidak beralaskan tikar dan penuh dengan pasir oleh sebab itu
Nabi Muhammad Saw menyapu mukannya ketika selesai shalat,
lalu ia mengatakan lagi bahwa yang diharamkan dari binatang
Anjing hanya Liurnya saja sedangkan dagingnya tidak
diharamkan, sedangkan itu sangat bertentangan dengan mazhab
Syafi`I yang mengharamkan keseluruhannya, serta menghujat
para wali dan Habaib sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya,
ketika menyebut kata wali, orang ini mengatakan kita semua
juga wali katanya, wali murid..! sambil merendahkan. Bahkan
ia pernah menafsirkan tentang surat Al-Baqarah ayat 62:

Sesungguhnya orang-orang Mu`min, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nashrani dan orang-orang Shabi`in, siapa saja
diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari
kemudian dan beramal Shalih, mereka menerima pahala dari
Allah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka , dan tidak
pula mereka bersedih hati. (Q.S. Al-Baqarah : 62).
Menurut orang ini bahwa , orang Yahudi, orang Nashrani dan
orang-orang Shabi`in (orang-orang penyembah matahari) pada
masa kini, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian walaupun ia tidak beragama Islam ia tetap
mendapatkan pahala dari Allah, (sama seperti JIL = Jaringan
Islam Liberal yang menyatakan bahwa semua agama adalah
benar) hal inilah yang menyebabkan ia mengatakan bahwa boleh
mengucapkan selamat natal kepada orang-orang Nashrani selama
ia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan hanya
merayakannya saja meyambut kelahiran Nabi Isa as, tentu saja
seorang anak kecil pun akan tertawa mendengarnya, karena
kita tidak akan menemukan didunia ini orang-orang yang
beragama Nashrani hanya mengakui Yesus sebagai Nabi bukan
sebagai Tuhan, jika umat Nashrani mengakui Yesus adalah
hanya seorang Nabi tentu orang itu sudah mengucapkan
syahadat dan Nabi pun sudah bersabda bahwa sudah tak ada
lagi ahli kitab dan yang ada hanyalah orang-orang beriman
dan orang-orang kafir.

Padahal Allah Swt berfirman pada ayat yang lain yaitu:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan
dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi. (Q.S.
Al-Imran :85)

Dan ia pernah mengatakan juga bahwa pada waktu Hujan besar,
seharusnya Azan didalam shalat tidak dibacakan Hayya `alas
Shollaah Marilah kita sholat karena menurutnya jika terjadi
hujan besar kita menggunakan lafadz Hayya `alas Shollaah
Marilah kita sholat, tentu menurutnya akan memberatkan
orang-orang yang pergi kemasjid, dan ia berdalih bahwa ia
pernah membaca Hadist Nabi dan demikian yang benar
menurutnya.

Lalu orang ini berkata layaknya seperti Syaikh Wahabi mereka
yakni Al-Bani yang banyak mendha`ifkan hadits-hadits Nabi
Saw, orang ini mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Isra`
Mi`raj adalah hadits Isra`illiyat (Yahudi) karena menurutnya
didalamnya Nabi Musa as memerintahkan kepada Nabi Muhammad
Saw untuk berkali-kali naik dan turun menghadap Allah Swt
untuk mengurangi shalat menjadi 5 waktu, padahal
hadits-hadits ini tercantum di dalam hadits Bukhari dan
Muslim.

Ketika kita mendengarkan ajaran-ajaran orang ini, kita pasti
akan menggelengkan kepala, karena apa, orang ini telah
mencampur adukan antara kumpulan ajaran-ajaran sesat menjadi
satu kumpulan, bahkan mungkin menjadi sebuah ajaran baru,
mungkin karena orang ini menginginkan semua orang
memanggilnya Ustadz padahal ketika kami tanyakan dari mana
bapak belajar agama Islam, ataukah dari sebuah pesantren
atau dari manakah? Lalu orang ini hanya menjawab dengan
entengnya: Saya hanya baca buku-buku terjemahan saja dan
belajar dari Istri saya (naudzubillah).

Sungguh mengerikan memang ketika masyarakat awam tidak
mengetahui tentang hakikat agamanya, ketika ada orang-orang
sesat yang datang mengajarkan Ahmadiyyah, karena ia banyak
bicara tentang agama dan yang mengatakan ada Nabi setelah
Nabi Muhammad Saw maka masuklah ia ke Ahmadiyyah, ketika ada
ajaran LDII yang mengafirkan kelompok diluar kelompoknya
maka masuklah ia ke ajaran sesat LDII tersebut, hanya karena
ia banyak bicara didalam agama, ketika datang ajaran Syiah
yang mengafirkan Sahabat Nabi Saw Sayyidina Abu Bakar r.a.
dan Sayyidina Umar r.a. maka masuklah ia kedalam Syiah, dan
kini ketika ada ajaran wahabi yang mengharamkan maulid Nabi
Saw, mengharamkan Ziarah Kubur, Tahlil dan Talqin maka
masuklah ia kedalam ajaran wahabi.

Oleh karena paling banyak ajaran-ajaran sesat ini banyak
berkembang didaerah-daerah lingkungan orang-orang awam yang
hanya mengetahui agama tentang kulitnya saja. Ketika para
Ulama-ulama menasehati maka orang-orang sesat ini malah
balik menuduh bahwa para Ulama-ulama itulah yang telah sesat
(Naudzubillah).
Itulah dakwah Ahlussunnah wal Jama`ah yang semakin-hari
dianggap sesat, orang sesat menuduh orang lain sesat sungguh
mengerikan. maka benarlah apa yang dikatakan As-Sayyid
Mundzir bin Fuad Al-Musawwa bahwa pada saat ini banyak
bermunculan generasi-generasi sesat, kyai kyai mulia dan
Ulama-ulama dihujat dan dikatakan biang kemusyrikan, berdoa
bersama dan berdzikir bersama mereka mencibir sinis,
orang-orang berziarah di anggap musyrik, melihat orang
bershalawat mereka mencibir sinis, melihat orang bersalaman
mereka mencibir sinis, melihat orang mencium tangan kyainya
atau ibunya mereka mencibir sinis, melihat orang
beristighfar mereka mencibir sinis, Jelaslah sudah dimata
kita kelompok siapa mereka ini, mereka adalah saudara
saudara kita yg sakit akidahnya, mereka terkena penyakit
menular yg berbahaya dan akibatnya adalah mati dalam su ul
khatimah, Semoga Allah swt mencurahkan hujan hidayah kepada
Bumi Jakarta dan seluruh permukaan barat dan timur.

Nabi Saw bersabda:
Dari Ali bin Abi Thalib diriwayatkan bahwa Rasulullah saw
bersabda: “Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang muda
tetapi bodoh, mereka mengucapkan kata-kata makhluk terbaik
(ucapan Nabi Saw) dan membaca Al-Qur`an, tetapi Al-Qur`an
tidak keluar dari tenggorokan mereka. Melainkan mereka
keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari
busurnya. Jika kalian menemui mereka, bunuhlah sebab ada
pahala bagi orang yang membunuh mereka disisi Allah pada
hari kiamat. (H.R Bukhari dan Muslim ).

Lihatlah mereka ini teriakannya sungguh menantang
Ahlussunnah wal Jama`ah, padahal pengikut mereka sungguh
minoritas didunia apalagi di Indonesia, orang-orang salafy
wahabi ini hampir sama seperti kalangan orang-orang Syiah,
mereka selalu menyembunyikan keyakinan wahabinya dikalangan
Ahlussunnah wal Jama`ah, dan jika dikatakan mereka wahabi
mereka dengan terang-terangan mengelak, padahal jelas-jelas
dengan terang-terangan kaum salafy wahabi membenci Maulid
Nabi Saw, Perayaan Isra` Mi`raj, Ziarah Kubur, Tahlilan,
Pembacaan Yasin dan dengan jelas-jelas menyesatkan
Ulama-ulama Ahlussunnah wal Jama`ah. nampaknya mereka ingin
menghidupkan perselisihan-perselisihan dan pertumpahan darah
kaum muslimin, sebagaimana perselisihan di Irak antara Sunni
dan Syiah, mudah-mudahan apapun yang menimpa Ulama-ulama
Ahlussunnah wal Jama`ah di Indonesia justru semakin
menguatkan dan merapatkan barisan Ahlussunnah wal Jama`ah
serta semakin mengokohkan dakwah Ahlussunnah wal Jama`ah.

Untuk itulah demi menjaga kemurnian aqidah kita, aqidah
Ahlussunnah Wal jama ah yang bermadzabkan Imam Syafi i
senantiasa selalu manjaga amalan amalan warisan daripada
ulama ulama kita yang sudah jelas kedudukannya dalam
syariat islam agar kita tidak mudah mengikuti kaidah
kaidah yang justru bertentangan dengan i tiqad kita sebab
dengan cara apapun pihak pihak ini justru ingin
mempengaruhi pola pemikiran kita agar jauh dari ulama
ahlussunnah Wal jama ah yang menerapkan atau berhujjah pada
Al Qur an, As Sunnah, Ijma dan Qiyas.

[]

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Habib Kapan Dakwah Petukangan – 2007/10/29 05:23 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda

Saudaraku yg kumuliakan,
beribu maaf selama 10 hari tidak online hingga tak bisa untuk
menjawab pertanyaan anda

saudaraku, hal hal seperti ini muncul dengan izin Allah swt
membawa hikmah bagi kita untuk bangkit memperdulikan agama dan
akidah kita, jika hal itu tak ada maka tak ada perjuangan untuk
mempertahankan akidah kita, hal itu muncul karena lengahnya
masyarakat atas masjid masjid dan akidahnya,

saya siap meluncur kesana dan membuka cabang bulanan kita disana,
anda dapat menghubungi kordinator kami bagian acara : Ustaz H.,
Syukron di markas kami di 021 8300912, atau di hp nya :
08176613400

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=8731

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted