Haidarbasyaruddin HUKUM MERAYAKAN VALENTINE - 2006/02/14 00:43 HUKUM
MERAYAKAN VALENTINE
Pada suatu pagi Desy mengejutkan teman-temannya dengan
setangkai bunga merah yang ia letakkan di atas dadanya,
serta merta mereka menyambutnya dengan senyuman sambil
bertanya, "Dalam rangka apa ini?" Desy menjawab, "Tidakkah
kalian tahu bahwa ini adalah hari kasih-sayang di mana
orang-orang sedang merayakan dan saling memberikan ucapan
selamat. Ini adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa
cinta, romantika dan segala ketulusan, ini adalah Hari
Valentine...". Tetapi Sari, salah seorang temannya bertanya
kepada Desy dengan penuh keheranan, "Apakah arti Valentine?
" Desy menjawab, "Artinya adalah cinta dalam bahasa latin
..!" Sari tertawa mendengar jawaban tersebut, "Apakah kamu
merayakan sesuatu yang tidak kamu mengerti artinya? Tahukah
kamu bahwa Valentine adalah seorang pendeta Nashrani yang
hidup pada abad ke 3 M?" Kata Sari bernada prihatin
terhadap keadaan sebagian putri muslimah yang mudah
mengikuti apa saja yang sampai kepada mereka tanpa berpikir
panjang.
SEJARAH HARI VALENTINE
Sari melanjutkan: "Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga
versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah
Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di
zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270
M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah
menentang beberapa perintahnya." "Claudius II melihat
St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu
dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua,
Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam
berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak
semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan
perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine
menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di
gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui
lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan
putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia
mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya.
Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang
bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu
terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani
bersama 46 kerabatnya."
Lanjut Sari: "Versi ketiga menyebutkan ketika agama
nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat
sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta.
Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap
pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis
desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap
pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan
gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang
tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan
"dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini."
Sambung Sari: "Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi
ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama
tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine"
sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama
Nashrani."
"Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang
Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian,
dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia
menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya
tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih," papar Sari,
"Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang
yang dzalim tersebut."
"Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini
dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari
gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang
sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang
Romawi!!!" Demikian Sari mengakhiri nasihatnya.
# HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE #
Saat ini banyak ABG muslimah yang terkena penyakit
ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau nashrani
akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula
dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya
adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Keinginan
untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan
tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila
orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan
dan pemikirannya.
Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar
dan kebiasaan. Padahal Rasul telah melarang untuk mengikuti
tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru
suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR.
At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk
mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi
bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud
demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang
besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara
ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi
selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang
mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran,
paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah
salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat
atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang
yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan
tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.
Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas
perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah
menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan
Allah." Abu Waqid radhiyallah 'anhu meriwayatkan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju
perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik
orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath,
biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di
pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami
Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu
Anwaath." Maka Rasulullah n bersabda, "Maha Suci Allah, ini
seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami
tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat
yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti
kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR.
At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).
Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat
syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas
kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang
merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf
shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci
orang-orang kafir, memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta
mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat
kemaslahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup
yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan
yang lebih banyak.
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya
hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula,
menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan
keterikatan hati. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara
kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya
orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(Al-Maidah:51)
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada
Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya."
(Al-Mujadilah: 22)
"Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut
mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu
beriman kepada Allah, dan hari akherat." (An-Nur: 2)
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut
mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah
As-Sunnah. Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan
kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak
buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti
memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama
mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at
shalatnya membaca, "Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan
nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai
dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan
kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan
darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai,
namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan
sukarela.
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti
keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara
khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada
orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu
kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari
ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan
cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan
pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan
mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang
sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai
Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan
antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial
mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih
baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan
menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan
kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa
mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian
pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak
kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh
orang-orang kafir.
Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan
kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi
jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas
Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang
bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam
golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah
bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling
mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena
Aku." (Al-Hadits).
# FATWA ULAMA:#
Pertanyaan: Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan
membudaya perayaan hari Valentine -terutama di kalangan
pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian
macam hari raya kaum Nasrani. Biasanya pakaian yang
dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka
saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari
Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada
kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan
melindungi anda.
Jawab: Assalamu 'alaikum wr. wb.Merayakan hari valentine
itu tidak boleh, karena:
Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar
hukumnya di dalam syari'at Islam.
Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara
perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan
dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga
Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual
hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,
berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya
setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah
(ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan
semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam
terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak
dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan
hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di
dalam masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada
pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana
setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah
menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian
St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan
bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh
pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal
rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan
kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :
?Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada
kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : ?Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk
(yang sebenarnya)?. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti
kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka
Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu?.
3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di
persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari
dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus
berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran
lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan
memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan
persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha
Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda
:?Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia
cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri
sendiri?.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk
pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.: ?Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan
syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya?. (Surah
Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi :
??walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada
di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana?.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima
kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan
dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori
akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana
kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di
dunia.
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah
mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah
semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan
sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati
dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama
lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan
hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan
hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam
lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan
'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan
sistem-sistem lain.
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan
yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media
massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat
hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi.
Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang
bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
??dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka
setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau
begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim?.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan
ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga
hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat
sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa
dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
?Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia
akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan
Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin
(orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman?.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di
dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St.
Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan
Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari
tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam
adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol
dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil
Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari
Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan
Islam kita di Sepanyol..
* Semoga Kita Semua Dapat Mengetahui Mana yang benar dan
mana yang salah. dan semoga kita selalu berada pada jalan
Rosulullah Saw.
| | ==========
munzir Re:HUKUM MERAYAKAN VALENTINE - 2008/02/13 01:54 kesimpulannya,
bukan berrati muslim yg merayakan valentine itu kafir, namun hal
itu merupakan dosa dan penghinaan terhadap islam, dan menunjukkan
lemahnya iman dan ketidak berdayaannya muslim tersebut dalam
memuliakan agamanya.
karena didalam islam hari kasih sayang bukan sekali setahun, tapi
setiap detik kita berkasih sayang pada seluruh makhluk Nya swt,
dan Nabi kita Muhammad saw adalah Nabi yg berkasih sayang pada
kita, maka apalah artinya kasih sayang sekejap antara dua orang
kekasih, sedangkan kasih sayang antara kita dalam islam adalah
kekal dan abadi, hingga kita menghadap Allah swt kelak
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
| | ==========
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=11767
forum.majelisrasulullah.org HUKUM MERAYAKAN VALENTINE arsip 2008
Subscribe
0 Comments
Oldest