wibowo11 husnudzan – 2008/06/24 09:00 assalamualaikum wr.wb.
Habib Munzir yang dimuliakan Allah SWT
saya mau bertanya beberapa hal;
1.bagaimanakah cara menghilangkan was was?
2.bagaimanakah cara menghilangkan suudzan?
3.bagaimanakah supaya kita selalu bisa berprasangka baik
(husnudzan)?
4.adakah amalan untuk menghilangkan was2 dan suudzan?dan juga
amalan supaya kita bisa selalu berhusnudzan?kalo ada saya mohon
Habib Munzir berkenan untuk memberikan saya ijizah amalan tersebut
atas jawaban dari Habib Munzir saya ucapkan terimakasih.
assalamualaikum wr.wb.
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
adminIII Re:husnudzan – 2008/06/24 09:59 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh
Saudaraku yang kumuliakan, berikut kutipan jawaban Habibana yang
sudah ada di forum :
bagaimanakah cara menghilangkan was was?
saudaraku yg kumuliakan,
penyakit was was ini banyak macamnya, ada yg berupa keraguan
terhadap ibadah, atau keraguan pada keadaan, atau keraguan atas
kebenaran, dan sumber penyebabnya bermacam macam, bisa disebabkan
dangkalnya pemahaman terhadap syariah, atau disebabkan frustasi,
atau patah semangat sebab sesuatu, atau sebab lainnya,
namun sala satu pengobatannya adalah dengan membangkitkan
ketenangan jiwa, jika jiwanya tenang maka seluruh was was itu akan
sirna,
ketenangan hati adalah dengan dzikurillah, mengingat Allah,
bertafakkur dan merenungkan perjumpaan dengan Allah swt, menerangi
jiwa dengan cahaya Allah swt.., maka dengan ini seluruh was was
akan sirna.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=15276&lang=id#15276
bagaimanakah cara menghilangkan suudzan?
saudaraku yg kumuliakan,
Firman Allah swt : “Wahai orang orang yg beriman, jauhilah sangka
menyangka, karena sebagiannya adalah kejahatan dosa”(QS Al Hujurat
12).
sabda Rasulullah saw : “hati hatilah kalian terhadap sangka
menyangka, karena persangkaan adalah ucapan yg paling dusta”
(Shahih Bukhari)
menghilangkannya adalah dengan menyadari bahwa Allah Maha Melihat,
dekatlah dengan Allah, merasalah rindu pada Allah, maka semua
penyakit hati akan sirna
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=7&id=13904&lang=id#13904
bagaimanakah supaya kita selalu bisa berprasangka baik(husnudzan)?
orang yg bersangka baik pada Allah akan sangat dimuliakan Allah
swt daripada yg bersangka buruk kepada Allah swt, bila ia
bersangka baik maka akan menjadi baiklah kehidupannya selamanya,
bila ia bersangka buruk maka rugilah ia selamanya,
sebagaimana hadits Rasul saw yg bersabda : Barangsiapa yg rindu
berjumpa dg Allah maka Allah rindu berjumpa dengannya, barangsiapa
yg benci berjumpa dengan Allah swt maka Allah swt tak menyukai
perjumpaan dengannya (Shahih Bukhari).
Allah tak akan mengecewakan harapan hamba Nya yg sangat yakin
dengan Tuhan Nya.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=7&id=1511&lang=id#1511
adakah amalan untuk menghilangkan was2 dan suudzan?dan juga amalan
supaya kita bisa selalu berhusnudzan?
Subhanallahi wabihamdih, 100X saja setiappaginya, dalami makna
kesucian Dzat Allah swt dalam dzikir ini,
maka semua dosa anda akan lebur, sebagaimana janji Rasulullah saw
: “Barangsiapa yg membaca subhanallahi wabihamdih 100X setiap
harinya, maka berjatuhanlah dosa dosanya walau sebanyak buih
dilautan”(Shahih Bukhari), juga sabda Rasulullah saw : “Kalimat yg
paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih” (Shahih
Muslim).
maka pada kalimat itu tersimpan seluruh cahaya keagungan Allah,
dan Cahaya Kesucian Allah swt, dan cahaya pengampunan Allah swt,
amalan itu sangat menyejukkan jiwa, menenangkan hati, dan membuka
banyak kemudahan dalam kehidupan kita.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=15246&lang=id#15246
Wassalam,
AdminIII
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
yansya Re:husnudzan – 2008/06/24 17:47 Assalamulaikum wr.wb
saya ingin menanyakan tentang masalah maulid…apakah ada dalilnya
dari Al Quran, Hadits (Shahih atau Hasan), Ijma Para Shahabat RA
dan para tabiin, tabiut tabiin dan para Imam yang 4… bisakah
Habib tunjukkan kepada saya?
kalau perbuatan itu baik, tentu para Shahabat RA telah mendahului
kita untuk mengerjakannya…….
Wassalamulaikum wr.wb
(pertanyaan dipindahkan dengan judul topik “Maulid Nabi”)
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:husnudzan – 2008/06/25 06:02 PERINGATAN MAULID NABI SAW
ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah
tersirat bahwa kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi
sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas penjelasannya
secara Aqlan wa syar an, (logika dan syariah).
Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yg membuat mereka
gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya,
mereka merayakannya dengan pesta, mabuk mabukan, berjoget bersama,
wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya,
demikian adat istiadat diseluruh dunia.
Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas
kelahiran Rasul saw.
Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
Firman Allah : (Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam
sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan
hari aku dibangkitkan (QS Maryam 33)
Firman Allah : Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as)
dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan
(QS Maryam 15)
Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala
shahihain hadits no.4177)
Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yg menjadi
pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai
saat saat melahirkan, ia (ibu utsman) melihat bintang bintang
mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia
melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga
membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur
juz 6 hal 583)
Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud
(Sirah Ibn Hisyam)
Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw
saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yg terang benderang hingga
pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul
Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra,
dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan
Padamnya Api di Kekaisaran Persia yg 1000 tahun tak pernah padam.
(Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian
kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah
swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini,
sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada
kelahiran Nabi nabi sebelumnya.
Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw
menjawab : Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan
(Shahih Muslim hadits no.1162). dari hadits ini sebagian
saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw asal dg
puasa.
Rasul saw jelas jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu
berbeda dihadapan beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin
itu adalah hari kelahiran beliau saw. Karena beliau saw tak
menjawab misalnya : oh puasa hari senin itu mulia dan boleh boleh
saja.. , namun beliau bersabda : itu adalah hari kelahiranku ,
menunjukkan bagi beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai
tambah dari hari hari lainnya, contoh mudah misalnya zeyd bertanya
pada amir : bagaimana kalau kita berangkat umroh pada 1 Januari?
, maka amir menjawab : oh itu hari kelahiran saya . Nah..
bukankah jelas jelas bahwa zeyd memahami bahwa 1 januari adalah
hari yg berbeda dari hari hari lainnya bagi amir?, dan amir
menyatakan dengan jelas bahwa 1 januari itu adalah hari
kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yg perhatian
pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dg hari kelahirannya
maka pastilah ia tak perlu menyebut nyebut bahwa 1 januari adalah
hari kelahirannya, dan Nabi saw tak memerintahkan puasa hari senin
untuk merayakan kelahirannya, pertanyaan sahabat ini berbeda
maksud dengan jawaban beliau saw yg lebih luas dari sekedar
pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan
umroh pada 1 januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka
mereka yg berpendapat bahwa boleh merayakan maulid hanya dg puasa
saja maka tentunya dari dangkalnya pemahaman terhadap ilmu bahasa.
Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau
tidak?, Rasul saw menjawab : hari itu hari kelahiranku,
menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah pada
pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu.
Maka jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yg perhatian pada hari
kelahiran beliau saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah
bangkitnya islam.
Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : Izinkan aku memujimu wahai
Rasulullah.. maka Rasul saw menjawab: silahkan..,maka Allah akan
membuat bibirmu terjaga , maka Abbas ra memuji dg syair yg
panjang, diantaranya : dan engkau (wahai nabi saw) saat hari
kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang,
dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan
cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur an) kami terus
mendalaminya (Mustadrak ala shahihain hadits no.5417)
Kasih sayang Allah atas kafir yg gembira atas kelahiran Nabi saw
Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam
mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : bagaimana keadaanmu? , abu
lahab menjawab : di neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin
karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas
kelahiran Rasul saw (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam
Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi bul iman no.281, fathul baari
Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di
alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau
menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya
setiap hari senin karena telah gembira dg kelahiran Rasul saw
dengan membebaskan budaknya.
Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum
syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib,
sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan
Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan
Nabi saw maka Imam imam diatas yg meriwayatkan hal itu tentunya
menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui
oleh imam imam dan mereka tak mengingkarinya.
Rasulullah saw memperbolehkan Syair pujian di masjid
Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yg lalu
ditegur oleh Umar ra, lalu Hassan berkata : aku sudah baca syair
nasyidah disini dihadapan orang yg lebih mulia dari engkau wahai
Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling pada Abu Hurairah ra
dan berkata : bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dg
doa : wahai Allah bantulah ia dengan ruhulqudus?, maka Abu
Hurairah ra berkata : betul (shahih Bukhari hadits no.3040,
Shahih Muslim hadits no.2485)
Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya
haram, sebagaimana beberapa hadits shahih yg menjelaskan larangan
syair di masjid, namun jelaslah bahwa yg dilarang adalah syair
syair yg membawa pada Ghaflah, pada keduniawian, namun syair syair
yg memuji Allah dan Rasul Nya maka hal itu diperbolehkan oleh
Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana
riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana
dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk hassan
bin tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair
syairnya (Mustadrak ala shahihain hadits no.6058, sunan Attirmidzi
hadits no.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada beberapa sahabat
yg mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata : Jangan
kalian caci hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah
saw (Musnad Abu Ya la Juz 8 hal 337).
Pendapat Para Imam dan Muhaddits atas perayaan Maulid
1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
Telah jelas dan kuat riwayat yg sampai padaku dari shahihain bahwa
Nabi saw datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yg berpuasa
hari asyura (10 Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka
berkata : hari ini hari ditenggelamkannya Fir aun dan Allah
menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai tanda syukur pada
Allah swt, maka bersabda Rasul saw : kita lebih berhak atas Musa
as dari kalian , maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas
anugerah yg diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya,
dan syukur kepada Allah bisa didapatkan dg pelbagai cara, seperti
sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca Alqur an, maka nikmat
apalagi yg melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman Allah
swt SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG ORANG
MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA (QS Al Imran
164)
2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :
Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul
saw ber akikah untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi
(Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832 dg sanad shahih dan Sunan Imam
Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300), dan telah diriwayatkan bahwa telah
ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau saw 7
tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah
bahwa akikah beliau saw yg kedua atas dirinya adalah sebagai tanda
syukur beliau saw kepada Allah swt yg telah membangkitkan beliau
saw sebagai Rahmatan lil aalamiin dan membawa Syariah utk
ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan
tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman
teman dan saudara saudara, menjamu dg makanan makanan dan yg
serupa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan.
bahkan Imam Assuyuthiy mengarang sebuah buku khusus mengenai
perayaan maulid dengan nama : Husnulmaqshad fii amalilmaulid .
3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam
Nawawi) :
Merupakan Bid ah hasanah yg mulia dizaman kita ini adalah
perbuatan yg diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw
dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara,
seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw dan membangkitkan
rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dg
kelahiran Nabi saw.
4. Pendapat Imamul Qurra Alhafidh Syamsuddin Aljazriy
rahimahullah dalam kitabnya Urif bitta rif Maulidissyariif :
Telah diriwayatkan Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi dan ditanya
apa keadaanmu?, ia menjawab : di neraka, tapi aku mendapat
keringanan setiap malam senin, itu semua sebab aku membebaskan
budakku Tsuwaibah demi kegembiraanku atas kelahiran Nabi (saw) dan
karena Tsuwaibah menyusuinya (saw) (shahih Bukhari). maka apabila
Abu Lahab Kafir yg Alqur an turun mengatakannya di neraka mendapat
keringanan sebab ia gembira dengan kelahiran Nabi saw, maka
bagaimana dg muslim ummat Muhammad saw yg gembira atas kelahiran
Nabi saw?, maka demi usiaku, sungguh balasan dari Tuhan Yang Maha
Pemurah sungguh sungguh ia akan dimasukkan ke sorga kenikmatan Nya
dengan sebab anugerah Nya.
5. Pendapat Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy
dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy :
Serupa dg ucapan Imamul Qurra Alhafidh Syamsuddin Aljuzri, yaitu
menukil hadits Abu Lahab
6. Pendapat Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al
Halabiyah
berkata tidak dilaksanakan maulid oleh salaf hingga abad ke tiga,
tapi dilaksanakan setelahnya, dan tetap melaksanakannya umat islam
di seluruh pelosok dunia dan bersedekah pd malamnya dg berbagai
macam sedekah dan memperhatikan pembacaan maulid, dan berlimpah
terhadap mereka keberkahan yg sangat besar .
7. Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah
dalam syarahnya maulid ibn hajar berkata : ketahuilah salah satu
bid ah hasanah adalah pelaksanaan maulid di bulan kelahiran nabi
saw
8. Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah
dengan karangan maulidnya yg terkenal al aruus juga beliau
berkata tentang pembacaan maulid, Sesungguhnya membawa
keselamatan tahun itu, dan berita gembira dg tercapai semua maksud
dan keinginan bagi siapa yg membacanya serta merayakannya .
9. Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah
dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah juz 1 hal 148 cetakan al
maktab al islami berkata: Maka Allah akan menurukan rahmat Nya
kpd orang yg menjadikan hari kelahiran Nabi saw sebagai hari besar
.
10. Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin
Muhammad yg terkenal dg Ibn Dihyah alkalbi
dg karangan maulidnya yg bernama Attanwir fi maulid basyir an
nadzir
11. Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah
Aljuzri
dg maulidnya urfu at ta rif bi maulid assyarif
12. Imam al Hafidh Ibn Katsir
yg karangan kitab maulidnya dikenal dg nama : maulid ibn katsir
13. Imam Al Hafidh Al Iraqy
dg maulidnya maurid al hana fi maulid assana
14. Imam Al Hafidh Nasruddin Addimasyqiy
telah mengarang beberapa maulid : Jaami al astar fi maulid nabi
al mukhtar 3 jilid, Al lafad arra iq fi maulid khair al khalaiq,
Maurud asshadi fi maulid al hadi.
15. Imam assyakhawiy
dg maulidnya al fajr al ulwi fi maulid an nabawi
16. Al allamah al faqih Ali zainal Abidin As syamhudi
dg maulidnya al mawarid al haniah fi maulid khairil bariyyah
17. Al Imam Hafidz Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As
syaibaniy yg terkenal dg ibn diba
dg maulidnya addiba i
18. Imam ibn hajar al haitsami
dg maulidnya itmam anni mah alal alam bi maulid syayidi waladu
adam
19. Imam Ibrahim Baajuri
mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala
maulid ibn hajar
20. Al Allamah Ali Al Qari
21. Al Allamah al Muhaddits Ja far bin Hasan Al barzanji
dg maulidnya yg terkenal maulid barzanji
23. Al Imam Al Muhaddis Muhammad bin Jakfar al Kattani
dg maulid Al yaman wal is ad bi maulid khair al ibad
24. Al Allamah Syeikh Yusuf bin ismail An Nabhaniy
dg maulid jawahir an nadmu al badi fi maulid as syafi
25. Imam Ibrahim Assyaibaniy
dg maulid al maulid mustofa adnaani
26. Imam Abdulghaniy Annanablisiy
dg maulid Al Alam Al Ahmadi fi maulid muhammadi
27. Syihabuddin Al Halwani
dg maulid fath al latif fi syarah maulid assyarif
28. Imam Ahmad bin Muhammad Addimyati
dg maulid Al Kaukab al azhar alal iqdu al jauhar fi maulid nadi
al azhar
29. Asyeikh Ali Attanthowiy
dg maulid nur as shofa fi maulid al mustofa
30. As syeikh Muhammad Al maghribi
dg maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.
Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yg menentang dan
melarang hal ini, mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan
Muhadditsin yg menentang maulid sebagaimana disampaikan oleh
kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya menggunting dan
memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yg jelas jelas
meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=15598
