ILMU USHULUDDIN – 2008/06/03

0

ADHI ILMU USHULUDDIN – 2008/06/03 17:13 لسلام ءليكم ورحمة الله وبركاته

Dgn hormat kehadapan Ayahanda habib yg dimuliakan Allah swt.

Dahulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya
pernah belajar sifat2 yg wajib bagi Allah, tapi hanya sekedar
hafalan saja tanpa maknanya, sekarang saya mau belajar kepada
Ayahanda habib secara langsung mendalaminya sedikit demi sedikit.

Dlm kitab Khutbah, karya Hb Thahir bin Husain disebutkan “…bahwa
pokok dan dasar agama adh mengenal dan memahami (ma^rifat)
sebenar2nya Tuhan yg disembah, sebelum melakukan ibadat. Dan
itulah hakikat makna syahadat.”

Dng kata lain, utk melakukan ibadat itu hrs disertai dng ilmu
pengetahuan ttg siapa Yang disembahnya itu, yakni ttg Allah dan
sifat2Nya, ttg syariat2Nya, dsb. Tanpa itu semua akan sia2lah amal
ibadat yg dilakukan.

Ttg sifat2 yg wajib bagi Allah swt, diantaranya adh ^WUJUD^ (yg
artinya: ^ada^, dan mustahil ^tiada^).

Adanda yg jahil dan fakir ini, dng segala kerendahan hati mohon
pelajaran dari Ayahanda habib;
1.apa pemahaman ttg sifat ^wujud^ yg wajib bg Allah swt.
2.bagaimana pengamalannya dlm kehidupan sehari-hari.
3.dimana penghayatannya dlm ibadah sholat.

Demikian disampaikan terimakasih sebelumnya atas pelajaran yg
Ayahanda habib berikan.

Mohon maaf jika ada kata2 saya yg salah dlm tulisan ini, dan
semoga Ayahanda habib selalu dlm keadaan sehat wal afiat.

Wassalmu^alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat Ananda,
Adhi

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/06/04 16:25 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan
kesejahteraan

saudaraku yg kumuliakan,
1. Wujud, artinya Allah itu Ada, dan Mustahilnya adalah Allah itu
tiada, maka apapun yg terjadi, yaitu sebelum alam ini ada, saat
alam ini berlangsung, dan hingga alam ini sirna, Allah swt wajib
ada. (selalu ada), dan keberadaan Allah swt tak terikat dengan
keberadaan zaman, karena Allah swt ada sebelum segalanya ada, dan
keberadaan Allah abadi.
keberadaan Allah swt tidak berawal dan tidak berakhir, berbeda
dengan keberadaan makhluk yg berawal dan berakhir,

keberadaan Allah swt adalah akan selalu ada, sedangkan keberadaan
makhluk tidak wajib ada, boleh ada boleh belum lahir, boleh wafat,
boleh tiada, namun Allah swt “Ada” tanpa batas.

2. pengamalannya dalam kehidupan sehari hari adalah menempatkan
Allah swt kepada yg paling ada dari semua yg ada, maka pada Nya
lah bertawakkal, pada Nya lah menghukumi kehidupan, pada Nya lah
tempat mengadu, dan terus berjuang menghadirkan Allah swt dihati
dalam segala keadaan.

3. demikian dan lebih tajam didalam shalat, karena shalat adalah
memalingkin diri dan jiwa dari semua makhluk, kepada Allah
Alkhaliq.

perlu diketahui bahwa serendah rendah tauhid adalah memahami bahwa
Allah itu tunggal, tidak bersekutu.

jika ia telah tahu dan mengakui ini maka seluruh amalnya tidak sia
sia, dan semakin dalam pemahaman tauhidnya maka semakin sempurna
ibadahnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ADHI Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/06/05 17:49 السلام عليكم ورحمة الله
وبركاته

Ayahanda habib yg dimuliakan Allah swt.

Alhamdulillah dan terimakasih,
Mohon berkenan!, saya dpt melanjutkan kembali pelajaran dr
Ayahanda.

Ayahanda habib yg mulia,

apa2 yg saya sampaikan dlm tulisan ini adh dr lubuk hati yg paling
dalam, maksud tdk lain dan tdk bukan adh pengharapan saya kpd
Ayahanda utk mengkoreksi & membetulkan yg salah, kemudian
mengijazahkannya kpd saya sekedar mensyahkan keimanan saya, dan
juga pelajaran2 yg diterima dr Ayahanda sbg Guru.

Saya mengimani bahwa Allah swt itu wajib ^ada^, selalu ada dan
tetap ada (abadi),
Mengutip dr salah satu artikel Ayahanda, disebutkan bahwa
“…setiap debu yang ada di alam semesta ini tercantum padanya
nama Allah, & dlm setiap sel tubuh kita itu ada cahaya nama Allah,
& seluruh sel tubuh itu milik Allah”.

ini artinya diri kita adh milik Allah, gerak kita dan semua mahluk
di alam semesta ini juga dari Allah,
krn yg tampak hanya Allah, nama Allah dan kebaikan2 Allah swt
sajalah berarti yg pantas dipuji dng segala puji hanya Allah saja
sebab kita semua tdk memiliki apa2 dan tdk bisa berbuat apa2, dng
kata lain kita sbg mahluk semua fakir, lemah tiada daya, hina juga
fana.
demikiankah wahai Ayahanda..? mohon koreksi dan pemahaman yg lebih
!

Seperti Ayahanda sampaikan bahwa,
keberadaan Allah tidak berawal,
berarti ini adh sifat ke-2 yg wajib bg Allah yaitu “QIDAM”, dan
keberadaan Allah tiada berakhir, berarti ini adh sifat ke-3 yg
wajib bg Allah yaitu “BAQA”.
demikiankah wahai Ayahanda ..? mohon pemahaman yg lebih !

Trus kita mengimani Allah swt itu bersifat ^Qidam^ & ^Baqa^, bgmna
pengamalannya dlm keseharian dan juga dlm ibadah sholat?

Demikian yg saya sampaikan, semoga Ayahanda tetap dlm keadaan
sehat walafiat.

Wassalmu^alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat Ananda,
Adhi Rahmat

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/06/06 11:06 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan
kesejahteraan

saudaraku yg kumuliakan,
Allah swt meminjamkan pada kita alat alat berupa tubuh dan bumi
ini, nah…, disini kita diberi kebebasan, namun kebebasan kita
adalah kebebasan yg terikat.

bagaimana..?

takdir sudah Allah swt tentukan, namun kita pula yg berperan atas
ketentuan itu.

Amir diberi mobil, maka jika ia maju ke depan, ia akan sampai
kerumah pembagian harta, jika ia kekanan, maka ia akan sampai ke
restoran, jika ia kekiri ia akan sampai ke jurang api, jika ia ke
belakang maka ia akan dirampas oleh para perampok..

maka amir diberi kebebasan, terserah mau mengarah kemana, namun
amir tetap terikat dengan keadaan (takdir), jika ia ke kiri maka
tak mungkin ia temukan restoran, ia tetap akan temukan jurang api,
jika ia pelahan kekiri lalu balik ke kanan maka ia mendekat pada
api lalu mengarah ke restoran, amir bebas memilih, namun ia
terikat dengan keadaan.

contoh lain yg mirip, anda berada di Jakarta, jika anda bisa ke
bandung, ke Banten, ke cikampek, atau ke bandara untuk pergi ke
tempat lebih jauh.

namu jika anda mengarah ke bandung lewat puncak, maka anda akan
melihat kesejukan fenomena puncak, anda menikmatinya atau tidak,
anda tetap melewatinya dan pasti.
jika anda ke Bandung melalui cikampek, anda akan menemui tol yg
panjang, dan itu pasti anda temui dan mustahil tidak.

jika anda mengarah kedepan anda misalnya, anda jalan lurus saja,
anda akan sampai kerumah A, jika sedikit mengarah kekanan maka
anda akan sampai kerumah B, jika mengarah lebih kekanan lagi akan
sampai ke C, anda bebas mau kemana namun tak mungkin anda kekiri
lalu menemukan rumah C, namun bisa saja anda ke kiri lalu menemui
C disana karena ia sedang diluar rumah..

maksud penjelasan saya adalah, demikianlah takdir, anda berperan
menentukan kemana takdir anda, namun anda terikat juga dengan
Takdir yg tak bisa membuat anda merubah keadaan tsb, sebagaimana
contoh tadi bahwa kedepan tak mungkin anda akan temui api, pasti
akan anda temui pembagian harta, itu tak bisa anda rubah, sudah
takdirnya demikian, namun anda bisa merubah arah utk memilih yg
lainnya.

cuma bedanya dalam Takdir Allah perbedaan arah keberuntungan dan
kerugian ini adalah perdetik, terhitung niat, langkah, gerak gerik
dll. sangat rumit dan pelik sekali.

mengenai Qidam dan Baqa sedikit penjelasannya bahwa Allah swt itu
tidak terikat dengan kapan dan hingga.

maka jika ditanyakan : Kapan Allah itu ada?
atau ditanyakan hingga kapan Allah berakhir?

maka ketahuilah bahwa kalimat “kapan” itu adalah ciptaan Allah
swt, dan kalimat kapan tak bisa mengikat Allah swt, karena Allah
sudah Maha Ada sebelum kalimat kapan itu ada.

kapan adalah pertanyaan waktu, dan waktu itu dicipta Allah dengan
perputaran bumi, bulan dan matahari, maka perhitungan waktu itu
sendiri adalah ciptaan Allah swt, maka kalimat kapan tak bisa
ditaruhkan pada Dzat Allah swt, karena Allah Maha Ada sebelum
kalimat kapan itu ada.

demikian pula Hingga, Allah swt akan terus ada ketika semua yg
“hingga” akan berakhir,

semua makhluk terikat dengan kalimat Hingga. karena mereka fana,
namun Allah swt tak terikat dengan kalimat Hingga, karena kalmat
hingga adalah ciptaan Allah swt.

bagaimana manusia?, bukankah manusia pun abadi kelak..?

namun keabadian manusia itu terikat pada kehendak Allah, mereka
bukan pemilik keabadian, mereka hanya hamba bagi Yang Memiliki
keabadian, maka keabadian mereka itu adalah keabadian yg fana,
yaitu keabadian yg semu, dan bisa saja berakhir, karena terikat
dengan kehendak Allah swt.

mengenai penerapannya pada kehidupan dan ibadah kita adalah dengan
mengingat hakikat Qidam dan Baqa Allah swt ini maka kita memahami
bahwa inilah tujuan kehidupan kita, Allah swt…, bukan kaya atau
miskin, terhormat atau hina, maka ini akan menenangkan kita saat
kita sedih dan susah, dan akan membuat kita tidak lupa diri saat
dalam kenikmatan dan kegembiraan.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ADHI Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/06/06 18:50 ا لسلام عليكم ورحمة الله
وبركاته
Ayahanda habib yg dimuliakan Allah swt.

Alhamdulillah dan terimakasih, sekarang ananda jadi mengerti dan
bertambah ilmu berkat Ayahanda dan sungguh terasa semakin jahil
diri ananda, ya walaupun di buku2 umum ada juga pelajaran ringkas
ttg sifat2 yg wajib bagi Allah, tapi ilmu-Nya Allah swt itu kan
Maha Luas dan Tiada Terbatas. Tentu seperti takdir Allah swt yg
Ayahanda contohkan di atas, jika semakin rajin seseorang menuntut
ilmu dan bertafakur, maka semakin dalam pemahamannya ttg ilmu-Nya
Allah, … demikiankah wahai Ayahandaku?

Tentang sifat ke-4 yg wajib bagi Allah adh ^مُخَالَفَةٌ لِلْحَوَادِثِ ^
(artinya; Allah swt berlawanan dg segala sesuatu yg baru).

Bagaimana pemahamannya, dan juga pengamalannya dalam kehidupan dan
ibadah sehari-hari ?

Demikian, atas pelajaran yg Ayahanda habib berikan sebelum dan
sesudahnya, ananda mengucapkan terimakasih kembali dan semoga
Ayahanda tetap dlm keadaan sehat walafiat.

Wassalmu^alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat Ananda,
Adhi Rahmat

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/06/10 13:03 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menaungi hari hari
anda

saudaraku yg kumuliakan,
“mukhalafatul lilhawadits adalah berbeda dengan semua makhluk”

yaitu misalnya ALlah Maha Mendengar pada Allah, dan manusia pun
mendengar, namun sifat Mendengar ALlah swt berbeda dengan sifat
mendengar manusia/makhluk, Allah Maha Mendengar dan mendengar
getaran hati, sedangkan pendengaran makhluk terbatas dg
frekwensinya masing masing, Allah membatasi pendengaran manusia,
mereka bisa mendengar yg jauh namun tak bisa mendengar yg sangat
dekat,

telinga manusia tak bisa mendengar suara aliran darah
ditelinganya, atau suara detak urat nadinya, atau aliran sel yg
mengalir di telinganya, karena Allah swt menutup frekwensi manusia
hingga hanya mendengar hal hal yg terbatas saja,

jika manusia mendengar semua suara itu maka manusia tak akan bisa
istirahat atau tenang karena ributnya suara disekitar telinganya.
subhanallah..

namun ALlah swt Maha Mendengar tanpa batas, dan Allah Maha
Mendengar tanpa membutuhkan telinga atau alat mendengar, beda
dengan makhluk yg tak bisa mendengar kecuali dg alat.

demikian pada yg lainya, melihat, bicara, dll, Allah tak perlu
mata untuk melihat, berbicara namun tak butuh lisan dan suara,

demikian sekilas makna : Mukahalafah lilhawadits.

mukhalafah artiknya berbeda, dan hawadist artinya semua yg baru,
yaitu makhluk

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Kelana Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/07/11 00:40 Assalamu alaikum wr.wb.
Habib Munzir Yth.

Saya mengamati penjelasan-penjelasan Habib atas beberapa
pertanyaan dari para santri, dimana dari penjelasan yang
diutarakan oleh Habib, tidak memberikan pemahaman yang jelas dan
terarah, terlebih dalam Ilmu Ushuluddin sebagai ilmu pokok Agama
Islam.

Ilmu Ushuluddin adalah ilmu yang membahas tentang Tuhan, atau di
kenal dengan Ilmu Ketuhanan.
Maksud dan tujuannya adalah supaya Tuhan yakni Alloh SWT. Ddapat
dipahami dan diketahui secara pasti, bukan kira-kira atau
prasangka. Kata Alloh yang terdiri dari 3 (tiga) hurup membahas
mengenai Dzat,Sifat, dan Fi il ( perbuatan ).

Dalam penjelasan Habib tentang sifat Wujud, tentu saja yang
dibahas tentang wujudnya , adalah Dzat, Sifat dan Fi il nya.

Sebelum saya menguraikan lebih lanjut tentang Dzat, Sifat,Fi il,
maka ada baiknya saya bahas dulu pengertian tentang Wujud itu
sendiri.
Kata Wujud diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai Ada,
adapun pengertian Wujud, sebenarnya berbeda dengan pengertian Ada.
Dalam kamus Bahasa Indonesia , pengertian Wujud adalah : Sesuatu
yang dapat ditangkap oleh indra, baik oleh indra penglihatan,
pendengaran,perasa, peraba dan seterusnya.
Contoh :
1.Sebuah benda yang terlihat oleh pandangan mata, maka benda
tersebut dikatakan wujud, karena dapat ditangkap oleh indra
penglihatan.
2.Suara yang terdengar oleh telinga , maka suara itu disebut
wujud, karena dapat ditangkap oleh indra pendengaran.
3.Angin yang menerpa kulit, keberadaan angin terasa oleh indra
peraba kulit, maka keberadaan angin disebut wujud.
4. Rasa manis yang terasa di lidah, maka manis itu disebut wujud,
karena dapat ditangkap oleh indra perasa.
5.Bau harum yang tercium oleh hidung, maka harum itu disebut
wujud, karena dapat ditangkap oleh indra penciuman.

Sesuatu yang dikatakan Wujud, sebagaimana yang saya jelaskan dalam
contoh di atas, sudah pasti ada, namun sesuatu yang dikatakan ada,
belum tentu Wujud.
Contoh : Ada ikan di dalam air.
Ketika keberadaan ikan belum terlihat oleh mata, belum terba oleh
indra peraba, maka belumlah bias ikan tersebut dikatakan wujud,
namun hanya bias dikatakan ada, karena Wujud merupakan pembuktian
dan penyaksian oleh indra itu sendiri.

Yang pertama yang saya koreksi disini adalah tentang pembahasan
Habib mengenai :
1.Melihat dan Maha Melihat.
Melihat adalah menggunakan indra, sedangkan Maha Melihat, tidak
menggunakan indra.
2.Mendengar dan Maha Mendengar.
Mendengar adalah menggunakan indra sedangkan Maha Mendengar, tidak
menggunakan indra.
Yang memiliki indra, adalah Makhluk, yakni manusia, Hewan,
tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Sedangkan bagi Alloh, Maha Melihat
Nya dengan menggunakan Sifat Nya yakni Al Basyar. Maha Mendengar
Nya Alloh dengan sifatnya yakni Sifat Samma .
Perbedaan yang nyata dan jelas antara melihat yang menggunakan
alat yang disebut indra, dengan Maha Melihat yang tidak
menggunakan indra.

Berbicara mengenai Wujud Alloh, harus terlebih dahulu memahami
tatanan, yakni tahap demi tahap.
Tahap pertama, harus menjelaskan tentang kedudukan Dzat, yakni
Dzatulloh, atau Dzat Nya Alloh. Tentang kedudukan Sifat dalam hal
ini Sifatulloh atau Sifat Nya Alloh. Tentang kedudukan Fi il yakni
perbuatan-perbuatan Alloh. Hal ini harus dilakukan, supaya ummat
dapat memahami dengan benar tentang apa itu Dzat, Sifat dan Fi il
Alloh itu .
Disamping ummat diberikan pengertian mengenai Dzat, Sifat , Fi il,
juga diberikan contoh-contoh nyata akan apa yang ada dialam
semesta ini, maupun yang ada di dalam diri manusia itu sendiri,
sebab penjelan dan pengertian tanpa contoh, tidaklah akan dapat
dipahami secara sempurna, sebab dalam hal mengajar dan menjelaskan
kepada orang lain, tidak boleh sedikitpun menimbulkan keraguan
atau kurang paham bagi mereka yang menerima penjelasan.
Kedudukan seorang Guru, seperti Habib saat ini, haruslah seperti
obor, yang menerangi pikiran dan hati umat manusia yang ada.
Apalah artinya sebuah Obor, apabila Obor itu sendiri, bukanlah
sebagai penerang.

Dalam hal membahas tentang sifat, tentu saja tidak terlepas dengan
yang disifati.
Contoh :
Manisnya gula, ketika dicampur dengan air teh, maka air the akan
menjadi manis. Manisnya air teh tersebut adalah manis yang
disifati, sedangkan manisnya gula, adalah manis yang mensifati.
Al Hayyun (Hidup) adalah sifat yang mensifati, sedangkan hidupnya
makhluk , adalah hidup yang disifati.
Untuk mengenal Sifat, atau yang mensifati, harus dikenal atau
dipahami lewat yang disifati.

Untuk mengenal dan memahami Al Hayyun ( Hidup), sebagai Sifat yang
mensifati, maka harus dikenal atau dipahami melalui yang disifati,
yaitu makhluk yang dihidupkan Nya.
Melihat dan memahami wujud yang disifati, itulah memahami tentang
sifat yang mensifati itu sendiri.
Untuk memahami tentang adanya kekuatan, tentu saja harus lewat
anggota gerak jasmani yang digerakan oleh kekuatan itu sendiri,
karena tidak mungkin dapat bergerak kalau tidak digerakan oleh
kekuatan. Kekuatan adalah yang mensifati, sedangkan anggota tubuh
yang bergerak, adalah yang disifati.

Dalam hal menjelaskan dan menjabarkan ilmu, haruslah menggunakan
atau berdasarkan Dalil-dalil :
1.Dalil Fi il, yakni Dalil tentang kenyataan-kenyataan.
Bergeraknya anggota tubuh, karena digerakan oleh kekuatan, ini
adalah merupakan satu kenyataan, sebab definisi dalil adalah :
Kenyataan yang tidak dapat dibantah, bergeraknya anggota tubuh
yang digerakkan oleh kekuatan,ini adalah kenyataan yang tidak
dapat dibantah,dan ini dinamakan Dalil Fi il.

2.Dalil Aqli, yakni dalil yang diterima oleh akal, atau dipahami
secara akal.
Sesuatu penjelasan yang menyangkut kenyataan-kenyataan yang tidak
dapat dibantahkan , kemudian dapat diterima secara akaliyah , ini
yang disebut dengan Dalil Aqli.

3.Dalil Nash , yakni dalil-dalil yang ada di dalam Qur an dan
Hadist Nabi.
4.Dalil Samm I, adalah merupakan dalil tentang apa yang kita
dengar dan ketahui, melalui /lewat penuturan orang-orang Alim
terdahulu.

Dalam hal menjabarkan Ilmu, haruslah berpijak /berdasarkan kepada
ke empat dalil tersebut di atas,dengan maksud dan tujuan nya
adalah supaya jelas dan dapat dipahami , baik lewat
kenyataan-kenyataan, diterima dengan akal,dan berpijak kepada
Nash, serta sesuai dengan pandangan Ulama-ulama (Orang Alim )
sebelumnya.

Lebih lanjut saya menguraikan untuk Jamaah setia Majelis
Rasulullah,

Sifat Qidam.
Qidam artinya terdahulu, mustahilnya didahului, yang terdahulu ada
adalah Al Hayyun yakni Hidup, sedangkan yang dihidupkan adalah
yang baru atau yang didahului.
Kekuatan adalah yang terdahulu, sedangkan yang digerakkan adalah
yang baru atau yang didahului.

Sifat Baqo .
Baqo artinya kekal, mustahil binasa, yang kekal itu adalah Al
Hayyun ( Hidup ), sedangkan yang binasa adalah yang dihidupkan.
Yang kekal adalah kekuatan, sedangkan yang binasa adalah yang
digerakkan.

Hidup dan Kekuatan mustahil binasa, karena Dia bukanlah Jirrim,
yakni bentuk-bentuk kasar, hanya bentuk kasarlah yang mengalami
binasa atau perubahan.
Hidup dan kekuatan juga bukanlah Jissim, yakni tubuh halus, karena
bentuk Jissim itu sendiri mengalami perubahan, seperti sedih dan
gembira, susah dan senang dan sebagainya.
Perubahan dari sedih menjadi gembira atau dari susah menjadi
senang, ini yang disebut mengalami perubahan, atau tidak kekal.
Yang mengalami perubahan ini adalah Jissim yakni tubuh halus, atau
yang disebut dengan Ruh. Maka disini Alloh bukanlah Jirim ataupun
Jissim.

Ini saja dulu penjelasan singkat dari saya, sekedar mengoreksi
akan apa yang disampaikan oleh Habib, barangkali ada manfaatnya
bagi jamaah Majelis Rasulullah dimana saja berada.

Wassalam,

Kelana

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/07/12 03:47 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari
anda

saudaraku yg kumuliakan,
terdapat kesalahan dalam penjelasan anda masalah wujud, wujud
bukan harus mesti dilihat, didengar, dan dirasa, tapi wujud adalah
ada, dan keberadaan Allah tak bisa dipungkiri dengan tiadanya
bukti.

terlihat, terdengar, terasa, dan kesemua itu adalah pembuktian
wujudnya Allah swt, namun keberadaan dan kewujudan Allah tetap ada
/ wujud walau tanpa bukti, dan tak bisa kita katakan Allah itu
tiada jika tak bisa dibuktikan,

maka jelaslah sudah bahwa wujud adalah ada, hati hati dengan
penjelasan anda, karena penjelasan anda justru membatasi
keberadaan Allah dengan adanya bukti bukti, ketahuilah Allah Maha
Ada walaupun tanpa bukti, Allah Ada (wujud) walau alam ini tiada

“Maha Ada” sebelum ada perasaan, penglihatan, pendengaran dll.

mengenai Maha Melihat dan Maha Mendegar telah saya jelaskan dengan
gamblang, bahwa Allah Maha Melihat dan Mendegar tanpa membutuhkan
alat dengar dan alat penglihatan

mengenai penjelasan yg panjang lebar waktu saya sangat sempit
untuk itu dan oleh sebab itu kita persilahkan yg tidak jelas untuk
bertanya.

dan saudaraku, ilmu tauhid ini luas dan dalam, tentunya tak cukup
berpedoman pada kamus bahasa indonesia, hendaknya anda berguru dan
mengambil ilmu dari jalur sanad guru yg jelas, maka keterangannya
bisa dipertanggungjawabkan dan dijadikan rujukan

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

zufar75 Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/07/12 06:06 Assalamu^alaikum Wr Wb
Semoga diberikan kesabaran yang luas atas guru habib munzir yang
kami hormati. Dengan penuh tawadzu^ dan penuh kelembutan selalu
nasehat habibana menyinari kehausan dan mencari ilmu dari kami
semua.
Untuk kang kelana, semoga panjenengan memperbanyak untuk mendalami
adab, Karena dalam manhaj dakwah yang ditulis oleh sayyidi
Muhammad Abbas Al maliki, jika kita punya ilmu tapi ghiroh dan
adab kurang itu seperti masakan yang kurang bambu. Jadi ilmu dan
ghiroh harus selalu beriringan sehingga para masayech menasehati
agar kita memperhatikan adab.
kalo melihat keterangan yang terhormat habib Munzir tentang ilmu
ushuluddin sangatlah jelas. Karena Beliau menrangkan pokok dari
sifat2 Allah. kalo menurut saya bahwa memberikan filosofi (inti)
dari keterangan beliau yang sangat gamblang. Itulah bedanya kita
yang awam ini dalam menerangkan sesuatu, kalo beliau InsyaAllah
dengan kekuatan jiwa dan sakinah (ketenangan) setiap memberikan
jawaban, itulah juga yang dipesankan oleh sayyid Muhammad Abbas Al
Maliki. Marilah kita berusaha menguatkan jiwa kita dan jiwa
sakinah kita sehingga setiap tutur kata kita akan memberikan
manfaat dan faedah bagi yang menyimaknya.
Mohon ya habibana dan akang kelana dan seluruh penikmat forum ini.
Semoga kita semua diberikan cahaya hati kita, penglihatan kita,
lisan kita, pendengaran kita dan jasad kita sehingga semua itu
tidak dapat membantah. (do^a al imam Habib Ali bin Muhammad Al
Habsyi)
wassalamu^alaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/07/12 13:00 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu membimbing hari hari
anda

saudaraku yg kumuliakan,
maaf mengenai ilmu ushuluddin, bukan ilmu tentang ketuhanan, ilmu
tentang ketuhanan adalah ilmu tauhid, Ushuluddin adalah ilmu yg
membahas bukti, dasar dalil dan sebab sebab suatu masalah dalam
hukum syariah, termasuk akidah dll, bukan hanya ketuhanan saja.

silahkan anda bertanya jika ada yg tak difahami dalam pembahasan
ushul, akan saya jawab jika saya tahu jawabannya,

dan untuk saudara Zulfar terimakasih atas nasihatnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:ILMU USHULUDDIN – 2008/07/21 17:19 saya harap jika ada
sanggahan atas penjelasan saya maka landaskan Alqur^an, atau
hadits shahih agar sah digunakan sebagai dalil, tanggapan yg tak
menyertakan Alqur^an dan alhadits tak akan kami tampilkan
mengingat banyaknya para penanya lain yg menantikan quota,

dan waktu kita sempit pula jika hanya berdebat tanpa mengacu pada
dalil yg tsiqah

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=14935

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted