danang ingin mendengarkan habib bercerita – 2010/09/04 15:39
Assalamu^alaikum Habib Munzir
terima kasih selama ini, habib selalu mendengarkan semua
cerita-cerita kami (jamaah MR) semua…
rasanya, saya juga ingin merasakan sebagian, dari apapun
kegundahan ataupun ide-ide terbaru yang Habib Munzir miliki….
(sebagai bukti pertalian antara habib dengan jamaah MR sekalian
dan saya pribadi)
saya ingin membantu da^wahnya Sayyidina Muhammad SAW dengan
kemampuan yang saya miliki…..
salam rindu,
danang yogisworo
wassalam,
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:ingin mendengarkan habib bercerita – 2010/09/05 10:35
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya adalah seorang anak yg sangat dimanja oleh ayah saya, ayah
saya selalu memanjakan saya lebih dari anaknya yg lain, namun
dimasa baligh, justru saya yg putus sekolah, semua kakak saya
wisuda, ayah bunda saya bangga pada mereka, dan kecewa pada saya,
karena saya malas sekolah, saya lebih senang hadir majelis maulid
Almarhum Al Arif billah Alhabib Umar bin Hud Alalttas, dan Majelis
taklim kamis sore di empang bogor, masa itu yg mengajar adalah Al
Marhum Al Allamah Alhabib Husein bin Abdullah bin Muhsin Alattas
dg kajian Fathul Baari.
sisa hari hari saya adalah bershalawat 1000 siang 1000 malam,
zikir beribu kali, dan puasa nabi daud as, dan shalat malam berjam
jam, saya pengangguran, dan sangat membuat ayah bunda malu.
ayah saya 10 tahun belajar dan tinggal di Makkah, guru beliau
adalah Almarhum Al Allamah Alhabib Alwi Al Malikiy, ayah dari Al
Marhum Al Allamah Assayyid Muhammad bin Alwi Al Malikiy, ayah saya
juga sekolah di Amerika serikat, dan mengambil gelar sarjana di
New york university.
almarhum ayah sangat malu, beliau mumpuni dalam agama dan mumpuni
dalam kesuksesan dunia, beliau berkata pada saya : kau ini mau
jadi apa?, jika mau agama maka belajarlah dan tuntutlah ilmu
sampai keluar negeri, jika ingin mendalami ilmu dunia maka
tuntutlah sampai keluar negeri, namun saranku tuntutlah ilmu
agama, aku sudah mendalami keduanya, dan aku tak menemukan
keberuntungan apa apa dari kebanggaan orang yg sangat menyanjung
negeri barat, walau aku sudah lulusan New York University, tetap
aku tidak bisa sukses di dunia kecuali dg kelicikan, saling sikut
dalam kerakusan jabatan, dan aku menghindari itu.
maka ayahanda almarhum hidup dalam kesederhanaan di cipanas,
cianjur, Puncak. Jawa barat, beliau lebih senang menyendiri dari
ibukota, membesarkan anak anaknya, mengajari anak2nya mengaji,
ratib, dan shalat berjamaah.
namun saya sangat mengecewakan ayah bunda karena boleh dikatakan :
dunia tidak akhiratpun tidak.
namun saya sangat mencintai Rasul saw, menangis merindukan Rasul
saw, dan sering dikunjungi Rasul saw dalam mimpi, Rasul saw selalu
menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh
dan memeluk lutut beliau saw, dan berkata wahai Rasulullah saw aku
rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal
bisa jumpa dg mu.., ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di
dunia ini,,, Rasul saw menepuk bahu saya dan berkata : munzir,
tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa dg
ku.., maka saya terbangun..
akhirnya karena ayah pensiun, maka ibunda membangun losmen kecil
didepan rumah berupa 5 kamar saja, disewakan pada orang yg baik
baik, untuk biaya nafkah, dan saya adalah pelayan losmen ibunda
saya.
setiap malam saya jarang tidur, duduk termenung dikursi penerimaan
tamu yg cuma meja kecil dan kursi kecil mirip pos satpam, sambil
menanti tamu, sambil tafakkur, merenung, melamun, berdzikir,
menangis dan shalat malam demikian malam malam saya lewati,
siang hari saya puasa nabi daud as, dan terus dilanda sakit asma
yg parah, maka itu semakin membuat ayah bunda kecewa, berkata
ibunda saya : kalau kata orang, jika banyak anak, mesti ada satu
yg gagal, ibu tak mau percaya pada ucapan itu, tapi apakah ucapan
itu kebenaran?.
saya terus menjadi pelayan di losmen itu, menerima tamu, memasang
seprei, menyapu kamar, membersihkan toilet, membawakan makanan dan
minuman pesanan tamu, berupa teh, kopi, air putih, atau nasi
goreng buatan ibunda jika dipesan tamu.
sampai semua kakak saya lulus sarjana, saya kemudian tergugah
untuk mondok, maka saya pesantren di Hb Umar bin Abdurrahman
Assegaf di Bukit duri jakarta selatan, namun hanya dua bulan saja,
saya tidak betah dan sakit sakitan karena asma terus kambuh, maka
saya pulang.
ayah makin malu, bunda makin sedih, lalu saya prifat saja kursus
bahasa arab di kursus bahasa arab assalafi, pimpinan Almarhum Hb
Bagir Alattas, ayahanda dari hb Hud alattas yg kini sering hadir
di majelis kita di almunawar.
saya harus pulang pergi jakarta cipanas yg saat itu ditempuh dalam
2-3 jam, dg ongkos sendiri, demikian setiap dua kali seminggu,
ongkos itu ya dari losmen tsb.
saya selalu hadir maulid di almarhum Al Arif Billah Alhabib Umar
bin Hud alattas yg saat itu di cipayung, jika tak ada ongkos maka
saya numpang truk dan sering hujan hujanan pula.
sering saya datang ke maulid beliau malam jumat dalam keadaan
basah kuyup, dan saya diusir oleh pembantu dirumah beliau, karena
karpet tebal dan mahal itu sangat bersih, tak pantas saya yg kotor
dan basah menginjaknya, saya terpaksa berdiri saja berteduh
dibawah pohon sampai hujan berhenti dan tamu tamu berdatangan,
maka saya duduk dil;uar teras saja karena baju basah dan takut
dihardik sang penjaga.
saya sering pula ziarah ke luar batang, makam Al Habib husein bin
Abubakar Alaydrus, suatu kali saya datang lupa membawa peci,
karena datang langsung dari cipanas, maka saya berkata dalam hati,
wahai Allah, aku datang sebagai tamu seorang wali Mu, tak beradab
jika aku masuk ziarah tanpa peci, tapi uangku pas pasan, dan aku
lapar, kalau aku beli peci maka aku tak makan dan ongkos pulangku
kurang..,
maka saya memutuskan beli peci berwarna hijau, karena itu yg
termurah saat itu di emperan penjual peci, saya membelinya dan
masuk berziarah, sambil membaca yaasin utk dihadiahkan pada
almarhum, saya menangisi kehidupan saya yg penuh ketidak tentuan,
mengecewakan orang tua, dan selalu lari dari sanak kerabat, karena
selalu dicemooh, mereka berkata : kakak2mu semua sukses, ayahmu
lulusan makkah dan pula new york university, koq anaknya centeng
losmen..
maka saya mulai menghindari kerabat, saat lebaranpun saya jarang
berani datang, karena akan terus diteror dan dicemooh.
walhasil dalam tangis itu saya juga berkata dalam hati, wahai wali
Allah, aku tamumu, aku membeli peci untuk beradab padamu, hamba yg
shalih disisi Allah, pastilah kau dermawan dan memuliakan tamu,
aku lapar dan tak cukup ongkos pulang..,
lalu dalam saya merenung, datanglah rombongan teman teman saya yg
pesantren di Hb Umar bin Abdurrahman Assegaf dg satu mobil, mereka
senang jumpa saya, sayapun ditraktir makan, saya langsung teringat
ini berkah saya beradab di makam wali Allah..
lalu saya ditanya dg siapa dan mau kemana, saya katakan saya
sendiri dan mau pulang ke kerabat ibu saya saja di pasar sawo, kb
Nanas Jaksel, mereka berkata : ayo bareng saja, kita antar sampai
kebon nanas, maka sayapun semakin bersyukur pada Allah, karena
memang ongkos saya tak akan cukup jika pulang ke cipanas, saya
sampai larut malam di kediaman bibi dari Ibu saya, di ps sawo
kebon nanas, lalu esoknya saya diberi uang cukup untuk pulang,
sayapun pulang ke cipanas..
tak lama saya berdoa, wahai Allah, pertemukan saya dg guru dari
orang yg paling dicintai Rasul saw, maka tak lama saya masuk
pesantren Al Habib Hamid Nagib bin Syeikh Abubakar di Bekasi
timur, dan setiap saat mahal qiyam maulid saya menangis dan berdoa
pada Allah untuk rindu pada Rasul saw, dan dipertemukan dg guru yg
paling dicintai Rasul saw, dalam beberapa bulan saja datanglah
Guru Mulia Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh ke pondok
itu, kunjungan pertama beliau yaitu pd 1994.
selepas beliau menyampaikan ceramah, beliau melirik saya dg
tajam.., saya hanya menangis memandangi wajah sejuk itu.., lalu
saat beliau sudah naik ke mobil bersama almarhum Alhabib Umar
maula khela, maka Guru Mulia memanggil Hb Nagib Bin Syeikh
Abubakar, Guru mulia berkata bahwa beliau ingin saya dikirim ke
Tarim Hadramaut yaman untuk belajar dan menjadi murid beliau,
Guru saya hb Nagib bin syeikh abubakar mengatakan saya sangat
belum siap, belum bisa bahasa arab, murid baru dan belum tahu apa
apa, mungkin beliau salah pilih..?, maka guru mulia menunjuk saya,
itu.. anak muda yg pakai peci hijau itu..!, itu yg saya
inginkan.., maka Guru saya hb Nagib memanggil saya utk jumpa
beliau, lalu guru mulia bertanya dari dalam mobil yg pintunya
masih terbuka : siapa namamu?, dalam bahasa arab tentunya, saya
tak bisa menjawab karena tak faham, maka guru saya hb Nagib
menjawab : kau ditanya siapa namamu..!, maka saya jawab nama saya,
lalu guru mulia tersenyum..
keesokan harinya saya jumpa lagi dg guru mulia di kediaman
Almarhum Hb bagir Alattas, saat itu banyak para habaib dan ulama
mengajukan anaknya dan muridnya untuk bisa menjadi murid guru
mulia, maka guru mulia mengangguk angguk sambil kebingungan
menghadapi serbuan mereka, lalu guru mulia melihat saya
dikejauhan, lalu beliau berkata pada almarhum hb umar maula khela
: itu.. anak itu.. jangan lupa dicatat.., ia yg pakai peci hijau
itu..!,
guru mulia kembali ke Yaman, sayapun langsung ditegur guru saya hb
Nagib bin syekh abubakar, seraya berkata : wahai munzir, kau harus
siap siap dan bersungguh sungguh, kau sudah diminta berangkat, dan
kau tak akan berangkat sebelum siap..
dua bulan kemudian datanglah Almarhum Alhabib Umar maula khela ke
pesantren, dan menanyakan saya, alm hb umar maulakhela berkata
pada hb nagib : mana itu munzir anaknya hb Fuad almusawa?, dia
harus berangkat minggu ini, saya ditugasi untuk
memberangkatkannya, maka hb nagib berkata saya belum siap, namun
alm hb umar maulakhela dg tegas menjawab : saya tidak mau tahu,
namanya sudah tercantum untuk harus berangkat, ini pernintaan AL
Habib Umar bin Hafidh, ia harus berangkat dlm dua minggu ini
bersama rombongan pertama..
saya persiapkan pasport dll, namun ayah saya keberatan, ia berkata
: kau sakit sakitan, kalau kau ke Mekkah ayah tenang, karena
banyak teman disana, namun ke hadramaut itu ayah tak ada kenalan,
disana negeri tandus, bagaimana kalau kau sakit?, siapa yg
menjaminmu..?,
saya pun datang mengadu pd Almarhum Al Arif billah Alhabib Umar
bin hud Alattas, beliau sudah sangat sepuh, dan beliau berkata :
katakan pada ayahmu, saya yg menjaminmu, berangkatlah..
saya katakan pada ayah saya, maka ayah saya diam, namun hatinya
tetap berat untuk mengizinkan saya berangkat, saat saya mesti
berangkat ke bandara, ayah saya tak mau melihat wajah saya, beliau
buang muka dan hanya memberikan tangannya tanpa mau melihat wajah
saya, saya kecewa namun saya dg berat tetap melangkah ke mobil
travel yg akan saya naiki, namun saat saya akan naik, terasa ingin
berpaling ke belakang, saya lihat nun jauh disana ayah saya
berdiri dipagar rumah dg tangis melihat keberangkatan saya…,
beliau melambaikan tangan tanda ridho, rupanya bukan beliau tidak
ridho, tapi karena saya sangat disayanginya dan dimanjakannya,
beliau berat berpisah dg saya, saya berangkat dg airmata sedih..
saya sampai di tarim hadramaut yaman dikediaman guru mulia, beliau
mengabsen nama kami, ketika sampai ke nama saya dan beliau
memandang saya dan tersenyum indah,
tak lama kemudian terjadi perang yaman utara dan yaman selatan,
kami di yaman selatan, pasokan makanan berkurang, makanan sulit,
listrik mati, kamipun harus berjalan kaki kemana mana menempuh
jalan 3-4km untuk taklim karena biasanya dg mobil mobil milik guru
mulia namun dimasa perang pasokan bensin sangat minim
suatu hari saya dilirik oleh guru mulia dan berkata : Namamu
Munzir.. (munzir = pemberi peringatan), saya mengangguk, lalu
beliau berkata lagi : kau akan memberi peringatan pada jamaahmu
kelak…!.
maka saya tercenung.., dan terngiang ngiang ucapan beliau : kau
akan memberi peringatan pada jamaahmu kelak…?, saya akan punya
jamaah?, saya miskin begini bahkan untuk mencuci bajupun tak punya
uang untuk beli sabun cuci..
saya mau mencucikan baju teman saya dg upah agar saya kebagian
sabun cucinya, malah saya dihardik : cucianmu tidak bersih…!,
orang lain saja yg mencuci baju ini..
maka saya terpaksa mencuci dari air bekas mengalirnya bekas mereka
mencuci, air sabun cuci yg mengalir itulah yg saya pakai mencuci
baju saya
hari demi hari guru mulia makin sibuk, maka saya mulai berkhidmat
pada beliau, dan lebih memilih membantu segala permasalahan
santri, makanan mereka, minuman, tempat menginap dan segala
masalah rumah tangga santri, saya tinggalkan pelajaran demi bakti
pada guru mulia membantu beliau, dengan itu saya lebih sering
jumpa beliau.
[i]2 tahun di yaman ayah saya sakit, dan telepon, beliau berkata :
kapan kau pulang wahai anakku..?, aku rindu..?
saya jawab : dua tahun lagi insya Allah ayah..
ayah menjawab dg sedih ditelepon.. duh.. masih lama sekali..,
telepon ditutup, 3 hari kemudian ayah saya wafat..
saya menangis sedih, sungguh kalau saya tahu bahwa saat saya
pamitan itu adalah terakhir kali jumpa dg beliau.. dan beliau
buang muka saat saya mencium tangan beliau, namun beliau rupanya
masih mengikuti saya, keluar dari kamar, keluar dari rumah, dan
berdiri di pintu pagar halaman rumah sambil melambaikan tangan
sambil mengalirkan airmata.., duhai,, kalau saya tahu itulah
terakhir kali saya melihat beliau,., rahimahullah..[/i]
tak lama saya kembali ke indonesia, tepatnya pada 1998, mulai
dakwah sendiri di cipanas, namun kurang berkembang, maka say mulai
dakwah di jakarta, saya tinggal dan menginap berpindah pindah dari
rumah kerumah murid sekaligus teman saya, majelis malam selasa
saat itu masih berpindah pindah dari rumah kerumah, mereka murid2
yg lebih tua dari saya, dan mereka kebanyakan dari kalangan awam,
maka walau saya sudah duduk untuk mengajar, mereka belum datang,
saya menanti, setibanya mereka yg cuma belasan saja, mereka
berkata : nyantai dulu ya bib, ngerokok dulu ya, ngopi dulu ya,
saya terpaksa menanti sampai mereka puas, baru mulai maulid
dhiya^ullami.., jamaah makin banyak, mulai tak cukup dirumah
rumah, maka pindah pindah dari musholla ke musholla,. jamaah makin
banyak, maka tak cukup pula musholla, mulai berpindah pindah dari
masjid ke masjid,
lalu saya membuka majelis dihari lainnya, dan malam selasa mulai
ditetapkan di masjid almunawar, saat itu baru seperempat masjid
saja, saya berkata : jamaah akan semakin banyak, nanti akan
setengah masjid ini, lalu akan memenuhi masjid ini, lalu akan
sampai keluar masjid insya Allah.. jamaah mengaminkan..
mulailah dibutuhkan kop surat, untuk undangan dlsb, maka majelis
belum diberi nama, dan saya merasa majelis dan dakwah tak butuh
nama, mereka sarankan majelis hb munzir saja, saya menolak, ya
sudah, majelis rasulullah saw saja,
kini jamaah Majelis Rasulullah sudah jutaan, di Jabodetabek, jawa
barat, banten, jawa tengah, jawa timur, bali, mataram, kalimantan,
sulawesi, papua, singapura, malaysia, bahkan sampai ke Jepang, dan
salah satunya kemarin hadir di majelis haul badr kita di monas,
yaitu Profesor dari Jepang yg menjadi dosen disana, dia datang
keindonesia dan mempelajari bidang sosial, namun kedatangannya
juga karena sangat ingin jumpa dg saya, karena ia pengunjung setia
web ini, khususnya yg versi english..
sungguh agung anugerah Allah swt pada orang yg mencintai
Rasulullah saw, yg merindukan Rasulullah saw…
itulah awal mula hamba pendosa ini sampai majelis ini demikian
besar, usia saya kini 38 tahun jika dg perhitungan hijriah, dan 37
th jika dg perhitungan masehi, saya lahir pd Jumat pagi 19
Muharram 1393 H, atau 23 februari 1973 M.
perjanjian Jumpa dg Rasul saw adalah sblm usia saya tepat 40
tahun, kini sudah 1431 H,
mungkin sblm sempurna 19 Muharram 1433 H saya sudah jumpa dg Rasul
saw, namun apakah Allah swt akan menambah usia pendosa ini..?
Wallahu a^lam
salam rindu terdalam untuk anda.
http://deshiyoutube.com/video/UY-foBjGOoY/
Panass-Tangisan-di-monas.html
http://deshiyoutube.com/video/-944PyjvaWo/
Peringatan-Maulid-Nabi-Muhammad-Terbesar-Di-Dunia.html
http://deshiyoutube.com/video/okGV-KbkCHY/
Doa-Dan-Dzikir-Terbesar-Di-Dunia-Bersama-AlHabib-Umar-bin-
Hafidh-Monas.html
http://deshiyoutube.com/video/YCRL9m4S0Kw/
Peringatan-Haul-Ahlul-Badr-dan-Malam-Nuzulul-Quran-
Terbesar-Di-Dunia.html
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25843
