istiqomah – 2009/09/19 18:27

0

asqo istiqomah – 2009/09/19 18:27 assalamualaikum, wr, wb
shollollah hu ala saidina Muhammad shollollah hu alaihi wassallam

ya habibana, sebelumnya ana minta ampun dan ridho karena telah
mengganggu waktu habibana…
ya habibana, ana minta izin untuk bertanya….
ana mau bertanya, bagaimana cara atau hal yang harus dilakukan
agar kita dapat istiqomah dalam menghadapi nikmat dan bala…
ana sudah pernah mencoba untuk bersyukur dan sabar dalam
menghadapi nikmat dan bala, namun ana tidak dapat melakukannya
secara istiqomah. kadang ana bisa melakukannya kadang ana lupa dan
tidak dapat melakukannya..
ya habibana mohon do^a dan bimbingannya dalam menghadapi kehidupan
di dunia ini…….
jaja kallah hu khoirul jaja
wassalamualaikum, wr,wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:istiqomah – 2009/09/19 21:18 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

semoga kesucian Iedulfitri, cahaya keberkahan kemenangan dlm Jihad
Hawa nafsu dibulan ramadhan, dan kemuliaan Fitrah selalu menerangi
hari hari anda.

Saudaraku yg kucintai dan kumuliakan,

iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian,
ingatlah mati..,

ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan
tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan
kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari
kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat,
lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang
lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita
ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah
dinding kubur yg lembab itu….

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan
dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak
langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh
kita..

setelah itu kita sendiri disana…, dalam kesempitan dan
kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun
atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat…, tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa
bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna, yg
ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu..
ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap
cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus
menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun
mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu
pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat
keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita shalat dan
ibadah.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani
kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..

Demikian saudaraku yg kucintai dan kumuliakan, semoga dalam
kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24141