| faisalrinaldi | satu dunia, dunia islam – 2007/10/31 10:43salamu’alaykum warohmatulloh wa barokatuh bib, 1.pernah ngga terbesit untuk mengembalikan dunia (negara2 islam) kedalam dinasti ke – khilafah an? terus terang saya merasa agak berat bib hidup di negara yang katanya mayoritas islam ini, sering kali saya di cap sok suci… Subhanalloh, saya yang bergelimang dosa ini terkadang menjadi agak kesal. namun alhamdulillah qolbu ini segera ingat akan Alloh. 2. bagaimana pandangan habib tentang muawiyah? 3. tolong ceritakan tentang akhir zaman yang pernah di ceritakan Rosululloh bib… 4. ini yang paling penting bib, maaf sebelumnya saya tidak bermaksud lain kecuali, ingin mengetahui kebenarannya. ayahanda Baginda bernama ‘Abdulloh dari mana ya bib beliau mendapatkan nama ini? apakah orang2 arab (Maakah khususnya) sudah mengenal Alloh sebelum kedatangan baginda?[dalam pengertian beriman kepada Alloh] lalu apakah baginda mendo’akan kedua orang tuanya yang (maaf) bukanlah beragama islam. kalau memang baginda mendo’akannya, tolong beritahu bib seperti apa do’anya… bib, sebetulnya saya mau menanyakan hal ini secara langsung kepada habbib, namun saya tidak mengetahui bagaimana caranya…. pertanyaan ini semogaAlloh mengampuni dosa saya. bib, *text tidak ditampilkan * maafkan ya bib bila ada kata2 yang kurang berkenan ya bib… |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| munzir | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/11/01 01:03Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda, Saudaraku yg kumuliakan, 2. Muawiyah radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat Rasul saw yg berbuat kekhilafan karena ia tidak ma’shum, lalu ia kemudian bertobat dan wafat dalam islam, maka kita jauh lebih menghargai Nabi saw dan menghargai orang yg hidup sezaman dg beliau saw asalkan wafat dalam islam bukan dalam kekufuran. 3. duh.., saudaraku, repot saya, sebab riwayatnya banyal sekali, namun saya nukil saja sebuah hadits Bahwa Rasul saw bersabda : “Tak akan datang hari kiamat selama masih ada dimuka Bumi yg mengucap Allah.. Allah..” (shahih Muslim), untuk riwayat kejadiannya anda dapat membaca tafsir Alqur’an pada surat Al Infithar, Al Insyiqaq, Alkuwwirat, Al Buruj, Al Ma’arij dll. atau barangkali ada saudara saudara kita yg akan membantu anda menambah penjelasan.. 4. sebelum kebangkitan Nabi saw penduduk Makkah sudah mengenal nama Allah swt, mereka sudah kenal tawaf, dan beberapa hal yg kemudian ada pada syariah islam, dan Tuhan mereka orang kafir banyak sekali, namun pemimpin dari semua tuhan berhala mereka adalah Allah swt, mereka mempercayai Allah swt, namun ada tuhan tuhan lainnya selain Allah, demikian anggapan mereka. ayah bunda Rasul saw adalah tergolong ahlul fatrah, yaitu mereka yg wafat sebelum kebangkitan islam, maka mereka dimaafkan dan dalam pengampunan Allah swt dari apapun yg mereka lakukan, karena firman Allah swt : Tiadalah kami menyiksa suatu kaum sebelum kebangkitan Rasul”, maka jelaslah sudah bahwa apapun yg mereka lakukan mereka tak melanggar syariah karena dimasa itu syariah Nabi Ibrahim as sudah banyak dirubah dan belum ada kebenaran yg meluruskannya. mengenai ayah anda, ketahuilah ketika seorang muslim berbuat baik pada sesama karena Allah swt, maka Allah akan memperbaiki keadaannya kelak, anda teruslah berdoa, Insya Allah ayah anda tidak wafat kecuali tergolong dalam kelompok orang orang yg bersujud. Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, Wallahu a’lam
|
|||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
| sayfulloh | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/11/28 00:15Assalamu’alaikum silahkan klik saudaraku, agar kamu tau apa yang terjadi pada saudara kita di checknya http://www.arrahmah.com/blog/detail/daulah-islam-kaukasus-dan-masa-depan-jihad-chechnya/ mari bubarkan indonesia raya…. “Dia adalah bukan dari golonganku yang menyeru pada nasionalisme, dan dia bukan dari golonganku yang berperang untuk nasionalisme, dan dia bukan dari golonganku yang mati karena nasionalisme.” (Al Jaami As Sahir dan Sunan Abu Daud) Rasulullah SAW juga bersumpah untuk kehinaan dan aib bagi orang-orang yang meninggalkan jihad dan menjadi sibuk dengan dunia serta mencari kekayaan: “Jika kamu melakukan ‘iinah (salah satu jenis riba’), mengikuti buntut sapi, sibuk dengan pertanian dan meninggalkan jihad, Allah akan mengirimkan kepadamu sebuah aib yang Allah akan membuangnya sampai kamu kembali pada dienmu.” (Sunan Abu Daud dan Musnad Imam Ahmad) Untuk itu, kita harus kembali kepada Allah SWT untuk semua masalah dan penderitaan kita, Allah SWT akan terus menguji orang-orang beriman dengan membiarkan Kuffar mempunyai kekuasan atas kita. Mereka yang menyeru dan berperang untuk Nasionalisme tidak akan dibantu oleh Allah dan usaha mereka akan hampa dari berkah. Setiap Muslim harus menolak segala sesuatu yang tidak Islami, dan ini termasuk hukum buatan manusia, demokrasi, perdamaian dengan penjajah Yahudi dan bahkan sebuah negara nasional yang independen. _________________________________________________________________ Wassalamu ‘alaikum |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| munzir | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/11/29 16:56Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari anda, Saudaraku yg kumuliakan, dan pembenahan bukan dengan revolusi, tapi dengan regenerasi, demikian ajaran Rasul saw, yg diteruskan oleh para imam imam kita, dan Rasul saw telah bersabda : “Jika kalian lihat hal yg tak kalian sukai pada pemimpin kalian hendaknya beraabarlah, karena sungguh tiadalah seseorang keluar sejengkal saja dari jamaah muslimin, lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari bab Ahkam). 2. hadits dan ayat itu benar, namun tidak pada tempatnya dalam pembahasan ini, karena mesti dilihat asbab nuzul nya, tak cukup menukil lalu berfatwa dengan menjatuhkan seluruh Jumhur ulama ahlussunnah waljamaah. 3. betul, demikian pula dengan khulafaurrasyidin, namun bukan berkuasa dengan merevolusi, tapi regenerasi. 4. telah dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari bahwa semua pemimpin yg muslim maka wajib ditaati, karena Rasul saw memerintahkan demikian, kecuali jika diperintah untuk maksiat, ketika sekelompok orang mengadu pada Anas bin Malik ra (anas adalah khadim Rasulullah saw) bahwa keji dan dhalimnya perbuatan khalifah Hajjaj yg banyak membantai ulama, maka Anas bin Malik memerintahkan mereka bersabar, dan melarang mereka memberontak, sungguh presiden kita masa kini jauh lebih baik daripada Hajjaj, yg sering membantai ulama. 4. pemimpin wanita diakui dalam islam jika tidak ada pria yg mampu memimpin, maka jawabannya adalah pembenahan ummat, karena penentangan pada pemeritah wanita akan menyebabka pertumpahan darah muslimin, Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita, Wallahu a’lam
|
|||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
| munzir | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/12/01 03:44Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari anda, Saudaraku yg kumuliakan, betapa harta mereka habiskan dan nyawa para pembela Allah sirna begitu saja, kalau mereka jadikan pendidikan agama, atau memperkuat ekonomi muslimin, sungguh jauh lebih baik daripada membeli senjata yg menyebabkan anak anak mereka menjadi yatim dan istri istri mereka menjadi janda, mengemis kesana kemari, dan tak tahu halalkah rizkinya, atau malah gereja yg akan mengambilnya, 2. Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg berpegang pada sunnahku dimasa rusaknya ummatku, maka baginya pahala 100 orang syahid” (Ibanatul Kubra hadits no.220). bahkan riwayat shahih Bukhari Rasul saw mengatakan pada seorang pemuda untuk bakti pada ayah ibunya, sungguh bakti pada mereka itu adalah jihad. Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita, Wallahu a’lam
|
|||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
| munzir | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/12/03 05:59saya bangga dengan semangat anda saudaraku…, Alhamdulillah, semangat Muhammad Rasulullah saw semoga selalu berpijar dalam jiwa anda.
mengenai gerakan Majelis Rasulullah saw ini saudaraku bukan hanya kita saja, tapi ada ratusan lagi yg lain dg nama yg berbeda, yg jiwa dan perjuangan merekapun sama, dan merekapun terus bergegas maju.., dan tampaknya tahun tahun terakhir ini Allah memberi angin segar untuk mendukung gerakan gerakan semangat Nabawi. semoga Matahari Kerbangkitan islam segera terbit menjelang.. amiin. Barakallahufiikum
|
|||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
| sayfulloh | Runtuhnya Khilafan islamiyah – 2007/12/05 03:15Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924 (28th Rajab 1342AH), dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraan nya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya.
Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,” Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan islam.” Sebagaimana diakui oleh Lord Curzon, Inggris bersama dengan Perancis memainkan peran penting dalam membagi-bagi tanah kaum muslimin diantara mereka. Rencana mereka melawan Khilafah bukanlah karena Khilafah berpihak pada Jerman pada PD I. Rencana ini telah dibuat ratusan tahun yang lalu yang akhirnya berbuah ketika Khilafah Usmani dengan cepat mulai merosot di pertengahan abad ke 18. Usaha yang pertama untuk menghancurkan persatuan Islam terjadi pada abad ke 11 ketika Paus Urbanus II melancarkan Perang Salib I untuk menduduki Al-Quds. Setelah 200 tahun pendudukan, akhirnya pasukan salib dikalahkan di tangan Salahudin Ayyubi. Di abad ke 15 Konstantinopel ditaklukan dan benteng terakhir Kekaisaran Byzantium itupun dikalahkan. Lalu pada abad ke 16 Daulah Islam menyapu seluruh bagian selatan dan timur Eropa dengan membawa Islam kepada bangsa-bangsa itu. Akibatnya jutaan orang Albania, Yugoslavia, Bulgaria dan negara-negara lain memeluk Islam. Setelah pengepungan Wina tahun 1529 Eropa membentuk Aliansi untuk menghentikan expansi Khilafah di Eropa. Pada titik itulah terlihat bangkitnya permusuhan pasukan Salib terhadap Islam dan Khilafah, dan dibuatlah rencana-rencana berkaitan dengan “Masalah Ketimuran” seperti yang sudah diketahui. Count Henri Decastri, seorang pengarang Perancis menulis dalam bukunya yang berjudul “Islam” tahun 1896: “Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kaum muslimin jika mereka mendengar cerita-cerita di abad pertengahan dan mengerti apa yang biasa dikatakan oleh ahli pidato Kristen dalam hymne-hymne mereka; semua hymne kami bahkan hymne yang muncul sebelum abad ke 12 berasal dari konsep yang merupakan akibat dari Perang Salib, hymne-hymne itu dipenuhi oleh kebencian kepada kaum muslimin dikarenakan ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Akibat dari hymne dan nyanyian itu, kebencian terhadap agama itu tertancap di benak mereka, dan kekeliruan ide menjadi berakar, yang beberapa diantaranya masih terbawa hingga saat ini. Tiap orang menganggap muslim sebagai orang musyrik, tidak beriman, pemuja berhala dan murtad.” Setelah kekalahan mereka, pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Inilah sebabnya di akhir abad ke 16, mereka mendirikan pusat misionaris pertama di Malta dan membuat markasnya untuk melancarkan serangan misionarisnya terhadap Dunia Islam. Inilah awal masuknya kebudayaan Barat ke Dunia Islam yang dilakukan para misionaris Inggris, Perancis dan Amerika. Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam Tahun 1875 “Persekutuan Rahasia” dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam. Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis. Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata: ”Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.” Disamping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu dibawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington. Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama François Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah. Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah. Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata, “Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.” Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti: 1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini. 2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah , yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam. 3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu. 4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele. 5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul. 6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin. 7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka. Walaupun ada rintangan-rintangan, persengkongkolan dan rencana semacam itu, pendirian Khilafah sekali lagi akan menjadi kenyataan dalam Dunia Islam. Kita harus mengambil kesempatan ini di saat hari peringatan kehancuran Khilafah untuk merefleksikan situasi saat ini dari kaum muslimin dan memastikan bahwa hanya dengan berusaha untuk mengembalikan Khilafah lah kita dapat mencapat kesuksesan yang sesungguhnya dalam kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang. (Riza Aulia ; sumber www.Khilafah.com) |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| NURYADIN | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/12/08 16:36Saudara ‘Pedang Allah’, sebaiknya Anda baca juga artikel pada url di bawah: http://hotarticle.org/paham-khawarij/ Jihad bukan hanya dengan pedang yg terbuat dari logam akhi. Pedang yg terbuat dari hati yg lembut dan sabar, insya Allah akan menebas kemungkaran dalam hati. Bukankah kemungkaran dalam hati itu yang perlu kita perangi dan kita bunuh, dan bukan manusianya yg harus dibunuh? Jika setiap manusia yang mungkar harus diperangi, mengapa Anda tidak mulai dari diri Anda sendiri? Bukankah Anda juga bukan manusia suci? Agama kita adalah nasihat. Maka nasihatilah saudaramu dan juga pemimpinmu. Nabi tidak pernah bersabda agar kamu memberontak kepada pemimpinmu. Hati-hati terhadap pemikiran2 yg berkembang di abad ini, saudaraku! Wallahu a’lam. |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| munzir | Re:satu dunia, dunia islam – 2007/12/10 17:13Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda, Saudaraku yg kumuliakan, kita membuka celah untuk mereka menyerang kita secara Ghazwulfikr (perang pemikiran), hal ini banyak merugikan muslimin, dari kabar yg saya dengar dari teman teman kita di Yaman, Usamah bin Laden adalah wahabi yg mengaku salafi, mengingkari tawassul, ziarah kubur dll, namun ini adalah kabar dari saudara saudara kita di Yaman, dan saya belum pernah menemukan bukti atas kebenaran ucapan ini dari fatwa beliau. Guru Mulia kita Insya Allah memang telah terjadwalkan di Sumedang pada 18 Januari 2008 Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita, Wallahu a’lam
|
|||||