Masalah Air Mustamal, Air

0

rajaf Masalah Air Mustamal, Air Mutanajis. – 2011/07/09 06:21
Assalamu^alaikuum, habiby yang kumuliakan. Semoga Alloh senantiasa
mengaruniai Habib kesehatan, kebaikan, dan keberkahan dalam hidup
habib.

Habib, saya pernah membaca disitus ini bahwa air cipratan ketika
mandi junub yg masuk kedalam bak air yg kurang dr dua kullah itu
dimaafkan. Maka berepakah bib yg dimaksud dgn “sedikit” itu?? Krn
kan tidak mungkin kalo cuma tiga kali tercipratnya selama mandi
junub (selain cipratan dari badan, juga tetesan dari tangan ketika
akan mengambil air dgn gayung).

Tereakhir, apakah air yg terkena najis, atau yg tlh menjadi
mustamal bisa menjadi air yg suci kembali ktika trus mnerus diisi
air dari kran hingga meluber??

Sekian bib, mohon maaf jika ada kalimat sya yg krg berkenan d hati
habib. Terima kasih sebelumnya. Wassalamu^alaikuum Wr Wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Masalah Air Mustamal, Air Mutanajis. – 2011/07/11 03:02
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari
doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk
saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu
seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara
dalam kemuliaan.

1. yg dimaksud cipratan yg sedikit saat mandi junub / wudhu,
adalah jika diandaikan terciprat dengan warna yg muda, yaitu
misalnya warna kuning, atau merah muda, atau hijau muda, jika
diandaikan air cipratan dari tubuh kita jika kesemuanya
diumpamakan warna yg tsb diatas, lalu air di bak kecil itu tidak
berubah warnanya, maka dimaafkan.

dan yg dimaksud adalah warna yg muda, bukan hitam, biru tua, hijau
tua atau lainnya

kita layak mengingat berapa banyak air yg digunakan nabi saw mandi
junub, hanya dengan 1 shaa^ air, yaitu 4 mudd (10 liter = 12 mudd,
maka 4 mudd adalah sekitar 3,5 liter saja), ia lebih sedikit dari
air 1 ember ukuran menengah, lalu bagaimana air tidak menciprat
kembali pada bejana beliau saw?, jika terciprat tentunya air yg
hanya 1 shaa^ itu jika kita yg mandi kita sudah mengatakan itu
musta^mal, padahal ia masih thahur (suci dan mensucikan) oleh
Rasul saw.

2. mengenai hal tsb jika diperhitungkan air yg mengalir terus
menerus sudah mencapai 2 kulak (2 kulak adalah 60 cm P X L X T),
maka air musta^mal menjadi suci, jika air mutanajis (terkena
najis) yg kurang dari 2 kulak, bisa disucikan dg mengalirkan air
banyak hingga diperkirakan sudah melebihi 2 kulak, dan 3 sifat
najis sirna, yaitu bau, rasa, dan warna.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=26478