akhi30 masalah keluarga akhi30(10) – 2009/11/19 18:15 Assalamualikum
warrohmatullah.W
Bib mau Tanya 1 hal:
1.Bib apakah didalam tasyahud akhir wajib dibaca salawat nabi??dan
apakah tidak cukup doa seperti yang dicontohkan nabi oleh hadist
Bukhari Attahyatullillah wamubarakatu wathoybatu,assalamulaika
ayuhannabiyyu warohmatullahiwabarakatuh assalamulaina wa
alaibadilahissholihin assyaduallah ilahailallah wa asyahaduanna
muhammadan abduhu warasullu
Dan kalau ada bagaimana doa tasyahud awal dan akhir yang
dicontohkan nabi dari awal hingga akhir?
2.apakah wajib apabila imam salah dalam bacaan sholat makmum
membetulkannya?dalil nya apa?
Bib tolong penjelasannya,.
Syukron ya Habib sebelumnya.
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:masalah keluarga akhi30(10) – 2009/11/21 12:45 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. dalam madzhab syafii dan hambali shalawat pada nabi saw wajib
dibaca pada tasyahud akhir, berlandaskan hadits riwayat shahih
Muslim pada Bab Shalawat pada nabi saw pada tasyahud, bahwa Rasul
saw mengajarkan shalawat pada para sahabat, demikian dijelaskan
pada Syarah Nawawi ala shahih Muslim yg mensyarahkan hal tsb.
berkaitan bahwa pertanyaan sahabat tsb adalah setelah pertanyaan
mereka dijawab oleh Nabi saw mengenai bacaan salam pada Nabi saw
pada tahiyat dalam shalat.
dalam madzhab hanafi dan maliki shalawat pada Nabi saw sunnah pada
tasyahud akhir.
dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah pada
kitabnya Al Majmuk, bahwa tasyahud akhir tanpa shalawat tidak
dibolehkan, dan shalawat tanpa tasyahud pun tidak dibolehkan,
demikian dalam madzhab syafii. karena keduanya diajarkan oleh
Rasul saw.
2. betul saudaraku, namun bukan wajib, tapi sunnah membenarkan
imamnya, dan memperingatkannya, jika merupakan rukun shalat dan
makmum sudah memperingatkan imam/tidak, dan imam tetap dalam
kesalahan, maka wajib bagi makmum niat memisahkan diri dg imamnya,
karena shalatnya tidak sah jika meninggalkan atau menambahkan
rukun shalat.
dalilnya riwayat shahih Bukhari dan lainnya bahwa ketika Rasul saw
datang sedangkan shalat sudah dimulai dalam pimpinan Imam Abubakar
shiddiq ra, maka para sahabat ada yg bertepuk tangan untuk
memberitahu Sayyidina Abubakar shiddiq ra akan kedatangan Rasul
saw, maka setelah sadar Rasul saw datang, maka beliau mundur dan
Rasul saw memegangnya agar bertahan, maka beliau bertahan sesaat,
mengangkat kedua tangannya memuji Allah swt atas perintah Rasul
saw, lalu mundur, dan Rasul saw maju sebagai imam.
selepas shalat Rasul saw bertanya pada beliau : kenapa engkau tak
meneruskan dirimu sebagai imam?, beliau menjawab : Tidak pantas
putra Abi quhafah ini (dirinya) maju dihadapan Rasulullah saw
sebagai imam, maka Rasul saw diam (tidak menyalahkannya), dan
Rasul saw bersabda : Bagi kalian jika akan memperingatkan imam
maka ucapkan subhanallah bagi pria, dan bagi wanita adalah
menepukkan tangan (memukulkan telapak tangan kanan diatas punggung
tangan kirinya). (Shahih Bukhari bab Adzan dan juga riwayat serupa
pada Shahih Bukhari Bab Ahkam).
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24612