khadam Musykil – 2009/09/14 11:45 Assalamualaikum Hb Munzir,
1)Adakah benar seseorang wanita dalam haidh atau junub dilarang
masuk ke kawasan kuburan utk sedekah kan Fateha utk arwah?
2)Bagaimanakah bila seseorang itu sudah berwudhu, dan selepas itu
ia potong kuku jari nya. Masih sah kah wudhu nya?
Jika seorang suami menyuruh isterinya memakai niqab atau mini
telekung, adakah wajib si isteri mengikut perintah suaminya
walaupun ia tidak mampu lagi kerna kata nya belum bersedia?
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Musykil – 2009/09/14 13:10 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,
Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur^an, Cahaya Keagungan
Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga
selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. para ulama kita melarang wanita haidh berziarah jika dirisaukan
akan terjatuhnya darah kepada pemakaman, namun jika aman dari
mengotori kuburan dg darah sebagaimana masa kini sudah ada softek
dan diyakini aman, maka boleh, namun untuk menghadiahkan fatihah
maka hal itu tidak bisa bagi yg haidh dan junub, karena
menghadiahkan bacaan Alqur^an adalah meniatkan bacaannya untuk
almarhum, sedangkan membaca Alqur^an bagi yg haidh dan junub tidak
dibolehkan, namun boleh menghadiahkan dzikir lainnya selain ayat
Alqur^an.
2. wudhunya tetap sah.
3. jika ia benar benar tidak mampu maka ia tidak dipaksa lebih
dari kemampuannya, namun jika ia mampu namun mengatakan tidak
mampu, maka suami tak wajib memaksanya, dan dosa kembali pada
dirinya
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
khadam Re:Musykil – 2009/09/14 14:08 Bagaimana Hb jikalau seorang wanita
sudah biasa baca Al-Fateha dan surah 3 Qul setiap malam belum
tidur. Dan bila sedang haidh, benarkah tidak bisa membaca surah
tersebut juga sebelum tidur?
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Musykil – 2009/09/15 11:41 Saudaraku yg kumuliakan,
dzikir dan bacaan alqur^an yg sudah dibaca sehari hari boleh
diamalkan yg haidh, namun yg tidak dibolehkan adalah membaca
Alqur;an, atau membaca Alqur^an untuk dihadiahkan pada orang lain,
berbeda dg surat surat Alqur;an yg merupakan amalan setiap hari
maka itu diperbolehkan.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24026