UmmSalikah niqab dan ridha orang tua - 2008/01/29 01:51 Bismillah
Assalamu'alaikum wa rahmatullah
Allah yubarik fik ya Habib atas tanggapan terhadap pertanyaan kami
sebelumnya.
Yang mulia Habib Munzir, kami ada pertanyaan fiqh yang membutuhkan
pencerahan Habib.
Alhamdulillah baru-baru ini kami memutuskan untuk memakai niqab.
Hanya saja, orang tua kami marah besar ketika mengetahui keputusan
kami tersebut. Beliau menuduh kami telah menyakiti hati beliau
karena 'membangkang' keinginan beliau untuk menunda pemakaian
cadar hingga setelah menikah atau setelah di Hadramawt.
Beliau menyebutkan ridha orang tua dibutuhkan dalam segala hal
termasuk dalam memakai cadar ini. Kami telah berusaha menjelaskan
sebaik mungkin alasan kenapa kami memilih untuk memakai,
akan-tetapi orang tua tetap tidak mau mendengarkan. Malahan, kami
dituduh meremehkan beliau, a'udhubillah.
Di satu sisi kami tetap ingin istiqomah in sha' Allah, tapi disisi
lain kami khawatir akan dampak dari 'pembangkangan' kami terhadap
keinginan orang tua kami tersebut. Ada kekhawatiran beliau dapat
mengusir kami dari rumah atau malah menghalangi kami untuk pergi
menuntut 'ilm ke Hadramawt apabila tetap pada pendirian kami.
Mohon pencerahan, nasihat juga du'a-nya ya Habib.
BarakAllahufikum
Wassalaam
| | ==========
munzir Re:niqab dan ridha orang tua - 2008/01/29 16:45 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,
Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu
menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudariku yg kumuliakan,
saran saya jika kiranya anda mampu untuk menenangkan hati ayah dg
lemah lembut saya yakin ia akan setuju, jika saudari melanggar
orang tua, secara syariah saudari benar, tak boleh kita taat pada
orang tua jika diperintah melanggar aturan Allah, namun sungguh
sebaiknya dan semulia mulianya adalah kita melakukan itu didukung
pula oleh ayah,
maka yg perlu saudari perjuangkan saat ini bukanlah cadar lagi,
tapi yg lebih dari itu, bagaimana cara ayah agar setuju dengannya,
cobalah minta bantuan kerabat atau orang orang disekitar ayah agar
turut membantu saudari untuk membujuk ayah dalam hal ini, saya
rasa ayah akan mudah mengizinkan, karena buktinya ia telah
mengizinkan jika sudah sampai di hadramaut, maka jika disana nanti
diizinkan maka sangat tidak beralsan jika melarang disini, maka
tampaknya hal itu adalah ketersinggungan semata, ingin merasa
dihargai, maka hal itu mudah saja dicairkan dengan bujukan lembut
insya Allah
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
| | ==========
UmmSalikah Re:niqab dan ridha orang tua - 2008/02/11 22:58 Bismillah
wassalatu wassalaam 'ala RasulAllah
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh ya Sayyidi Habib
Munzir,
In sha'Allah pesan ini sampai pada Habib dalam keadaan sehat
wal'affiyat.
JazakumAllahu khairan atas nasihat dan du'a Habib sebelumnya.
Faqirah ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk Ayah
juga Ibu sebagaimana yang telah Habib nasihatkan. Namun,
kelihatannya keadaannya semakin menjadi kompleks. Nenek juga Tante
saya (adik Ibu) dari keluarga Ibu sekarang turun tangan untuk
membujuk saya menanggalkan niqab. Nenek saya dikabarkan teramat
sedih, begitu juga dengan Ibu yang terus menangis tiap hari.
Ayah saya menjatuhkan ultimatum kepada saya untuk memilih Ibu atau
cadar. Ibu saya, yang menderita diabetes, akhir-akhir ini gula
darahnya meninggi terkait dengan keputusan saya untuk tetap
memakai niqab. Ibu saya bahkan menuduh saya secara perlahan
membunuh beliau karena tetap bersikukuh pada pendirian. Beliau
malah mempertanyakan keabsahan pemakaian cadar itu sendiri dalam
Shariah karena konsekuensinya yang beliau anggap telah
menghancurkan silaturahmi antara anak dan orang tua. Keduanya
merasa tertantang dengan "ulah" saya.
Saya sangat khawatir saya telah memberikan citra yang buruk
terhadap para Haba'ib karena ulah saya, ya Habib. Saya berusaha
tetap berperilaku santun dan menghormati kedua orangtua saya,
mendengarkan pendapat beliau dengan seksama. Tetapi, tatkala saya
diperintah untuk melanggar Shariah, jelas saya tidak bisa
menyanggupi. Saya bingung. Alhamdulillah kantor saya, yang
sebenarnya tergolong liberal-sekuler, dapat mengakomodir saya
dengan niqab, tetapi orang tua dan keluarga saya justru tidak bisa
menerima.
Apakah yang harus saya lakukan selanjutnya ya Habib? Mohon
petunjuk juga du'anya.
BarakAllahufikum
Wassalaamu'alaikum wa rahmatullah
| | ==========
munzir Re:niqab dan ridha orang tua - 2008/02/12 15:49 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi
hari hari anda dan keluarga,
Saudariku yg kumuliakan,
mengenai Niqab ini telah jelas perintahnya pada Alqur;anulkarim,
firman Allah swt "KATAKANLAH PADA WANITA WANITA BERIMAN AGAR
MENUNDUKKAN PANDANGANNYA DARI MELIHAT KAUM LELAKI DAN MENJAGA
AURATNYA DARI HAL YG DIHARAMKAN, DAN JANGAN PULA MEMPERLIHATKAN
PERHIASANNYA (kalung dlsb), KECUALI YG TERLIHAT DIPAKAIANNYA, DAN
AGAR MENUTUPKAN CADARNYA DIATAS WAJAHNYA DAN DADA SERTA LEHERNYA,
DAN JANGANLAH MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA (dan membuka jilbabnya)
KECUALI PADA SUAMINYA, ATAU AYAH MEREKA, ATAU AYAH DARI SUAMI
MEREKA (mertua), ATAU ANAK LELAKI MEREKA (anak kandung atau anak
suson), ATAU ANAK SUAMI MEREKA (anak tiri mereka), ATAU SAUDARA
SAUDARA MEREKA (adik/kakak secara keturunan dan suson), ATAU ANAK
SAUDARA MEREKA (keponakan), ATAU WANITA LAINNYA (wanita muslimah
lainnya, dan aurat harus tertutup pula bila berhadapan dg wanita
non muslim), ATAU BUDAK WANITA MEREKA?..hingga akhir ayat" (QS
Annur 31).
ada pula keringanan bagi wanita yg bekerja, untuk membuka
wajahnya, demikian dalam kitab Syarh Baijuri Syarh Abi Syuja' alaa
Madzhab Syafi;i, bab Ahkam Shalat.
kesimpulannya anda boleh memilih satu daripada dua, jika saudari
mampu terus bertahan maka bertahanlah, telah berkata Guru Mulia
kita ALhafidh Almusnid Alhabib Umar bin Hafidh mengenai
permasalahan ini, bahwa kedua orang tuanya pasti akan ALlah swt
jadikan ridho pada putrinya jika putrinya tetap bertahan untuk
memakai cadar/niqab, walaupun awalnya ayah ibunya terus melarang,
namun Allah swt akan membuatnya ridho dan setuju.
namun jika saudari tak mampu maka sungguh Allah swt tak memaksa
lebih dari kemampuan kita,
namun jika saya di posisi saudari, saya akan terus bertahan demi
membela Allah dan Rasul saw, karena jika saya jatuh pada kemauan
mereka maka dosa besar pada mereka karena telah menjatuhkan
syariat Allah demi kemauan pribadinya, sungguh posisi kita bukan
melawan, namun membenahi kerusakan syariah pada ayah bunda kita,
sungguh merekalah orang yg paling berhak kita cintai dari semua
orang lainnya, maka tumpahkan kecintaan kita dg merangkul mereka
dan menyelamatkan mereka agar tidak terjatuh pada kemurkaan Allah.
sayapun saat menuntut ilmu ke Yaman saya tak diridhoi oleh
ayahanda saya, bahkan beliau buang muka saat saya pamitan untuk
berangkat, namun saya tetap berangkat, dan dua tahun kemudian saya
mendengar berita wafatnya ayahanda, saya sangat sedih karena
barangkali ia belum ridho pada saya, namun saya bermimpi beliau
datang ke Yaman, berpakaian ihram, berterimakasih pada saya dan
ridho, dan Allah mengangkat derajat beliau demikian tinggi sebab
keberadaan saya mencari ilmu di Tarim, demikian kejelasan Guru
Mulia tentang ayahanda saya,
contoh lainnya, jika ayah bunda kita akan minum racun apakah kita
membiarkannya?, apakah durhaka jika kita merebut racun dari tangan
mereka dan membuangnya?, apakah bakti pada orang tua adalah dg
membiarkan mereka minum racun itu?
saudariku, perbuatan anda kini keduanya tidak bertentangan dg
syariah, jika saudari bertahan maka saudari telah berbakti pada
ayah bunda secara bakti yg hakiki tanpa mereka sadari, dan mereka
akan berterimaksih pada saudari jika telah berjumpa pada sidang
Akbar kelak,
jika saudari menyerah maka sungguh Allah tak memaksakan lebih dari
kemampuan kita.
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a'lam
| | ==========
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=11737
forum.majelisrasulullah.org niqab dan ridha orang tua arsip 2008
Subscribe
0 Comments
Oldest