<< Awal < Sebelum 1 2 Berikut > Akhir >>
munzir Re:Orang tua Rasul mati Musyrik? – 2007/07/28 03:25 Allahummahdiy
Qaumiy fa innahum laa ya^lamuun…
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
khunthai Re:Orang tua Rasul mati Musyrik? – 2007/07/28 05:51
Assalamu^alaikum wrwb.
Ilmu ini tidak akan menambah dekatnya seorang kepada Allah SWT,
dan/atau Rasulullah SAW. Bahkan semakin menjauhkan dari beliau
SAW.
Ilmu ini hanya sebagai bahan perdebatan saja. Tidak lebih dari
itu. Hanya sebatas sampai di kerongkongan. Benarlah ramalan beliau
SAW,
Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang orang muda yang bodoh
fikirannya. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah”
(Maksudnya firman-firman Tuhan yang dibawa oleh Nabi.) Iman mereka
tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama
sebagai munculnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini
berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Sahih – Imam Bukhari)
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
agrie Re:Orang tua Rasul mati Musyrik? – 2007/07/30 21:22 Alhamdulillah
Alhamdulillah Alhamdulillahirabilalamin
Allahuma shali ala sayidina muhammad wa ala ali sayidina muhammad
Semoga habiby dan keluarga selalu dalam lindungan Allah swt
Wahai Tuhan kami, (sesungguhnya) kami telah menganiaya diri kami
sendiri, dan kalau engkau tidak mengampunkan kami dan memberi
rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi
.
Segala puji bagi Allah yang dengan kelembutannya kita diberikan
hati (Qalbu), yang dengan hati ini kita dapat merasakan kebaikan
dan meyakini kebenaran.
Wahai sahabatku yang kumuliakan, sesungguhnya teramat baik
seseorang menuntut ilmu, karena ilmu yang bermanfaat dapat menjadi
nilai ibadah yang tidak terputus meskipun maut telah menjemput.
Ada suatu cerita yang mengisahkan perbedaan antara penerimaan akal
(logika) dan hati (qalbu):
Fulan: Ibu sesungguhnya ada seorang pemuda yang hendak meminangku,
ia bertanya padaku siapakah kedua orang tuaku
Fulan: Karenanya, aku hendak bertanya siapakah ibu kandungku?
Ibu: Benar, akulah ibu kandung mu.
Untuk saat itu si fulan dapat menerima bahwa ibu itu adalah benar
ibu kandungnya.
Namun syaitan laknatullah berusaha menggodanya dengan
bisikan-bisikan yang menimbulkan keraguaan di dalam hati si fulan
(apa benar ibu itu adalah ibu kandungnya). Kemudian si fulan
berusaha mencari bukti yang dapat diterima akal sehatnya (logika),
karenanya si fulan bertanya pada penduduk kampung dan juga kepada
seorang bidan yang membantu proses kelahirannya. Setelahnya si
fulan merasa puas akan jawaban bahwa si fulan adalah benar anak
kandung dari si ibu. Kemudia si fulan kembali bertanya kepada si
ibu
Fulan: Jadi benar ibu adalah ibu kandungku, maka siapakah ayah
kandungku?
Ibu: Si (A) adalah ayah kandung mu.
Untuk saat itu si fulan dapat menerima bahwa Si (A) adalah benar
Ayah kandungnya.
Namun syaitan laknatullah kembali berusaha menggodanya dengan
bisikan-bisikan yang menimbulkan keraguaan di dalam hati si fulan
(apa benar Si (A) itu adalah Ayah kandungnya). Keraguan yang
dibisikan syaitan laknatullah membuat hatinya benar-benar risau
kepada siapa si fulan harus bertanya dan mencari jawaban yang
dapat diterima akal sehatnya (logika) Jika si Fulan tidak percaya
atas jawaban dari si ibu maka kepada siapa dia harus bertanya ??
Demikianlah cerita ini menggambarkan betapa akal sehat (logika)
tidak mampu menjawab pertanyaan itu, karenanya hanya dengan hati
yang bersih dan ke-ikhlas-an lah semua itu dapat di terima dan
tanpa di perdebatkan.
Wahai sahabatku yang hendak menuntut ilmu, carilah seorang guru
yang menurutmu tidak ada keraguan untukmu, sehingga setiap apa-apa
yang diajarkannya dapat diterima dengan hati yang lapang dan ilmu
yang didapatkan dapat bermanfaat dan menjadi amalan yang baik.
Sesungguhnya seorang guru adalah seperti ibumu yang mengajarkan
ilmu sesuai dengan batasan-batasan pengetahuan yang dapat anda
terima. Seorang guru tidak akan mengajarkan ilmu yang anda sendiri
belum siap untuk menerimanya. Karenanya belajarlah dengan seorang
guru, jangan hanya dengan buku.
Demikian semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
Semoga Allah me-ridho-i dan mempermudah perjuangan dakwah habib ke
singapore.
Wassalamu alaikum
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
aditya Re:Orang tua Rasuk mati Musyrik? – 2007/09/03 08:38 ungkapan saya
pertama adalah.
hebat, berani, syetan saja berani menentang sama Dzat yang
Menciptakannya, apalagi manusia tempat lupa dan salah, kalau anda
tidak setuju, dengan pendapat orang lain, wajar kalau orang lain
juga akan tidak mau mendengan pendapat anda, katanya belajar kok
ngeyel. apa ini yang diajarkan gurumu, selalu ngeyel dengan
pendapat orang lain,apa pernah anda mendengar riwayat dimana Nabi
mengajarkan Ilmu kepada para sahabat, terus ramai ramai sahabat
membantah, kalau bukan orang yahudi ???. jawab dengan kepala
dingin.
apa rela kalau ternyata orang tua anda bernasab sampai kepada
penyembah patung ( karena agama pertama yang adi indonesia adalah
bukan islam ) trus kamu dituduh bernasabkan penyembah patung ??
tus apa gunanya sholat, puasa, ta^lim keliling web, baca buku,
kalau nantinya kamu dihukumi orang yang bernasab penyembah patung
??
tangga akan tidak bisa disebut tangga kalau salah satu dari anak
tangga itu terputus.
kalau dari buku sih orang yang bisa baca tulis pasti bisa cari
buku.
saya komentar karena melihat kegigihan saudara siliwangi, untuk
menolas semua pembahasan Al-Habi. ciri orang mencari ilmu adalah
mendengan, memperhatikan, memahami, memperaktekkan.
bukan mendengar, membandingkan dengan pendapat pribadi,buku, atau
orang yang gak jelas. memahami terus melontarkan sanggahan sumber
dari lainnya, dan memperaktekkan atau memberi sumber segala macam
web yang bertentangan dengan yang ditanyakan.
ingat sekali lagi, orang yahudi adalah orang pintar tapi umat yang
disesatkan oleh Alloh SWT
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
<< Awal < Sebelum 1 2 Berikut > Akhir >>
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5917