HrLutfi Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam – 2010/01/10 18:34 Assalamu^alakum wr
wb ya habibana
Hati ini rasanya teramat senang mendapat info bahwa habib sudah
sembuh dari sakitnya berkat do^a sang guru habib Umar bin Hafidz,
semoga Allah selalu memberikan kesehatan yang sempurna kepada
habib.
Sungguh telah bangkit kembali semangat untuk menegakkan panji yang
dibawa Sang Nabi, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.
Ya habibana, kemarin saya beli buku siroh nabawai ibnu hisyam
terjemahan 2 jilid (penerbit darul falah). Tapi ketika saya cari
referensi di internet, ternyata penerbit darul falah itu
sepertinya penerbit buku2 salafi/wahabi.
1. Apakah boleh saya jadi referensi kitab sirah ya habib? Saya
jadi ragu nih ….
2. Bagaimana sebenarnya dalam detik2 wafatnya sang Nabi menurut
siroh ibnu hisyam, apakah bener riwayat yang menyebutkan bahwa Ali
mendengar Rasulullah mengucapkan “Ummati Ummati Ummati”. Adakah
hal lain yang diucapakan sang Nabi SAW?
3. Saya juga beli buku fathul mu^in terjemahan 3 jilid , apakah
kitab ini kitab fiqih aswaja? Saya sangat suka mempelajari fiqih.
Bolehkah saya usul, bagaiman kalo habib mengadakan kajian fiqih
juga di Al-Munawar, sungguh saya akan sangat bersyukur jika habib
mau.
Semoga habibana selalu dalam curahan samudara rahmat Allah SWT,
Amin ya Robbul ^Alimin
Jazakumullah khoiron katsiro
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam – 2010/01/11 12:56 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. buku itu boleh anda baca, mereka umumnya hanya menaruh ta;liq
(catatan kaki), mendhoifkan haditsnya, atau mengatakan hal itu
bid;ah, hal ini syirik, maka mustahil Rasul saw berbuat begini dan
begitu, itu saja yg mereka perbuat pada beberapa buku sejarah Nabi
saw, maka jika ada catatan kaki spt itu tak perlu dibaca.
2. detik detik wafat Nabi saw telah saya syarahkan dg panjang
lebar, Insya Allah Admin III akan membantu anda
3. buku itu buku aswaja, fiqih Imam Syafii.
saudaraku, kajian fiqih sudah banyak dibahas oleh para guru dan
ulama di ratusan majelis taklim lainnya, maka saya membahas di
almunawar hadits shahih Bukhari, diwarnai dg kajian tasawwuf,
tauhid, fiqih dll, karena ummat sedang dalam kerusakan, mereka
butuh ketenangan dan hidayah, pertolongan Allah swt dan bertobat,
yg jika itu telah mereka dapatkan mereka akan mencari sendiri
kajian fiqih, tajwid, nahwu dll.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
adminIII Re:Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam – 2010/01/12 12:49 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh
Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban habibana yang sudah ada
di forum :
2. Dalam riwayat Ibn Hisyam (kitab sejarah yg pertama dari semua
kita sejarah nabi saw). Meriwayatkan bahwa Rasul saw wafat di
pangkuan Aisyah ra, dirumah Aisyah, dan dimakamkan di kamar
Aisyah. Demikian pula diriwayatkan bahwa Fathimah Azahra turut
menyaksikan wafat beliau saw.
berikut linknya :
Itemid=&func=view&catid=9&id=488#488
artikel yg berkaitan :
Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah
lewat kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun
enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta
kasih-Nya.
Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur^an.
Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak
orang-orang yang mencintaiku,
akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang
teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik
turun menahan napas dan tangisnya.Ustman menghela napas panjang
dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan
meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu
semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap
Rasulullah
yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan
keningnya yang
berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas
tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru
mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku
sedang demam,” kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka
mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku
melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan.
Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah
yang memisahkan pertemuan di
dunia.
Dialah malakul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas
langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? “Tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti
ruhmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,”kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini? “Tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: ^Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali
umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah
mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk
semakin dalam dan Jibril membuang muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?
“Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
” Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata
Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena
sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut
ini kepadaku, jangan pada umatku. ” Badan Rasulullah mulai dingin,
kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah
shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita
mencinta sepertinya? Allahumma sholli ^ala sayyidina Muhammad wa
baarik wasalim ^alaihi
*****
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran
untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya
mencinta kita.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=10&id=10114#10114
Wassalam,
AdminIII
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24869