Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Limpahan kebahagiaan dan kasih sayang Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. lafadhnya boleh dg ucapan singkat : Ushalli fardhulmaghrib Qadhaa’an lillahi ta’ala, (hanya merubah kalimat “adaa’an” menjadi “Qadhaa’an”.
2.hanya furu’ (hal2 kecil) yg berbeda, seperti gerakan tahiyyat, basmalah Jahran atau sirran, atau hal hal kecil saja.
3. syeikh siti jenar adalan seorang ahli makrifah billah, namun tak mampu memberi penjelasan pada orang orang yg awam dan baru mengenal tauhid, contohnya begini, saat saya ceramah mungkin saya sering menggantikan nama Allah dengan Aku, misalnya : “bukankah Kau adalah milikku wahai hamba Ku?”, ucapan ini biasa difahami oleh kita yg sudah menjenjang pemahaman syariah, namun bagi orang orang hindu dan animis, ucapan seperti ini memberi kefahaman bahwa si pembicara adalah tuhan,
syeikh siti jenar adalah ahli makrifah billah semacam Syeikh Al Hallaj, mereka mengajarkan tasawwuf dan tarekat, namun ketika mereka banyak membuat orang orang tak mengerti dan salah faham maka mereka dibunuh demi kemaslahatan dakwah islam
4. agar ia memperbanyak ucapan : “Rabbiy inniy Limaa anzalta ilayya min khairin faqir” merupakan doa yg diajarkan oleh guru saya, dari Alqur’anulkarim ketika Nabi Musa as berdoa pada Allah minta pasangan hidup.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam