ulilalbab Syukron habibana – 2010/08/11 15:00 Assalamu^alaikum wr wb,
Habibana yg sy cintai,bgmn kbr habib?smga slalu baik sehingga dpt
mnjlnkan ibadah puasa pd ramadhan tahun ini dg lancar serta dpt
menjalankan aktifitas dakwah habib.amin…
Bib,setahun sudah sy aktif di web MR yg habib asuh.Sdh puluhan
bhkn mungkin ratusan pertanyaan sy yg sdh habib jawab.
Syukron Guruku wahai habib munzir dan maafkan salah dan khilaf
hamba.Semoga hubungan ini tdk berhenti smpi di sini melainkan akan
terus berlanjut,baik di dunia maupun di akhirat.Amin…
Sekali lg sy haturkan trima ksh bnyk bib,krn kesabaran habib
membantu permslhan2 sy dan trimakasih yg sebesar2nya krn slma ini
bnyk ilmu yg sy dptkan dr habib.
Selamat menjalankan ibadah puasa bib,
wassalamu^alaikum wr wb
salam rindu,
Muhammad Taaj Aulia,Solo
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Syukron habibana – 2010/08/12 13:33 Hayyakumullah.. semoga
Allah menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt..
salam rindu selalu, terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah
lebih agung dari doa
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
ulilalbab Re:Syukron habibana – 2010/08/12 14:00 Ya habib izinkan sy brtnya
kmbli.
1.Bgmn sbnrnya hukum bersalaman antara pria dan wanita non muhrim?
2.Beberapa wkt yg lalu ada seseorang dr tetangga sy yg meninggal
dunia,dan di yakini bhw ia meninggal krn perbuatannya sndri
mempunyai peliharaan spt jin,bisa di bilang sbg
tumbal.Astaghfirullahal^adzim.Yg sy tnykan apa benar bhw ruhnya di
jadikan tumbal atau budak dr jin tsb di alam jin?ataukah ruh org
tsb tetap di alam barzakh yaitu tdk mjd budak jin tsb?
Demikian sj habibana,
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Syukron habibana – 2010/08/13 16:31 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. hal itu tentu tak dibenarkan dalam syariah, walau di negeri
kita sudah jadi kebiasaan, maka berusahalah semampunya hindari,
saya jika nisa (wanita) ingin menyalami saya, saya tak berani
menolaknya maka saya menggunakan cara bersalaman orang sunda,
yaitu dg kedua telapak tangan dirapatkan spt orang sungkem dan
diajukan padanya tapi saya menghindari sentuhan, jika mereka
meminta salaman dan memaksa, maka saya katakan mohon ridhonya saya
ada wudhu, demikian jika kalangan nisa awam,
boleh jika nisa non muhrim yg sudah lanjut usia, tidak membatalkan
wudhu, atau pria nya yg sudah lanjut usia.,
namun dibeberapa wilayah diluar ibukota, wilayah yg pedalaman yg
sangat mencintai para ulama, diantaranya beberapa wilayah di
banten, juga kalsel, dll, mereka memaksa dan menangis dan menjerit
utk minta salaman, saya sudah siap kalau dakwah ke wilayah wilayah
selalu saya bawa kaus tangan hitam dari kain, jaga jaga kalau
terjebak kaum nisa yg demikian itu, ya saya pakai kaus tangan
hitam dan silahkan saja, sebab mereka sering menjebak jalan
keluar, saya tdk bisa keluar kalau tdk melewati mereka, maka ya
pakai kaus tangan hitam itu dan silahkan mereka menciuminya
sepuasanya sambil saya terus menghindar dan menghindar, pernah ada
yg iseng mereka menarik ujung tangan pakaian spy bisa menyentuh
kulit, saya marah sekali namun orang awam spt itu ya tdk bisa kita
hardik hanya karena mencintai orang yg mereka anggap ulama, namun
sebisanya saya hindari
di majelis majelis di jakarta, saya alhamdulillah sudah aman dari
serbuan nisa ini, karena saya memakai crew pengaman yg mengiringi
hingga nisa hanya bisa lihat dari jauh,
saya risau dg wasiat guru mulia yg mengatakan : hindari bersalaman
dg wanita non muhrim demi mempersiapkan tanganmu menyalami
Rasulullah saw kelak.
maka semampunya kita hindari, namun salaman dg cara sunda itu
paling aman, mereka tidak kecewa dan merasa tersanjung juga, tapi
tanpa bersentuhan, namun jika mereka sudah memahami maka mereka
akan menghindari salaman.
2. mengenai memperbudak jin atau menjadikan jin sebagai junjungan
adalah dosa besar, namun wafat mereka naudzubillah jika benar
dalam keadaan sebagai orang yg memperbudak jin atau menghamba pd
jin, mereka masuk penjara alam kubur jika tak sempat tobat sebelum
wafatnya. tidak diperbudak jin, jin tak bisa memperbudak ruh, ia
bisa memperbudak jasad manusia, namun jika sudah wafat ia tak
mampu memperbudak ruh, namun bisa memperbudak/menggerakkan jasad/
bangkai sang mayit, misalnya bangkit dan menghantui, dg jasad yg
buruk, karena mereka bisa memperbudak jasadnya, bukan ruh nya.
namun kebanyakan dari orang muslim yg baik, kemudian memperbudak
jin atau diperbudak jin, justru mereka menyesal dan bertobat, maka
mereka dibunuh oleh jin itu karena marah padanya, maka mereka
wafat dalam kesucian.
bisa jadi tetangga anda itupun demikian, ia tobat dan ingin
meninggalkan dosanya, jin nya marah dan membunuhnya, bisa saja
Allah izinkan itu karena si hamba tersebut akan wafat sebagai
syahid karena dibunuh.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25767