hapsim talqin – 2008/06/29 17:24 Assalamualaikum wr wb
limpahan puji bagi ALLAH SWT yang telah mengutus sang nabi
Muhammad SAW
apa kabar habibku tercnta,semoga ALLAH selalu menjaga habibana dan
sekeluarga.
habib ana mo tanya tentang pembacaan talqin dikubur.
1. Apakah di jaman nabi pernah ada pembacaan talqin?
2. apakah benar yang meninggal itu mendengarkannya?
ana mohon jawabannya karena teman ana selalu bertanya seperti itu.
atas jawabannya ana ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr wb
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
adminIII Re:talqin – 2008/06/30 01:32 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh
Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada
di forum :
Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai dalilnya talqin ini dikeluarkan oleh Imam Attabrani dan
Abdul Aziz Al Hambali dari Abi Umamah ra berkata : “Jika aku wafat
maka perbuatlah sebagaimana kita diperintah oleh Rasul saw berbuat
pada yg wafat pada kita, Rasul saw memerintahkan kita : jika wafat
salah satu dari kalian setelah selesai penguburannya, dan
berdirilah salah seorang diantara kalian diarah kepalanya, lalu
ucapkanlah : wahai fulan bin fulan.., maka berkatalah si mayyit :
bantulah tuntun kami wahai yg disayangi Allah!, akan tetapi kalian
tak mendengarnya, maka ucapkanlah ketika engkau keluar dari dunia
ini kesaksian Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah
hamba Nya dan utusan Allah…. dst (maaf hadits ini panjang).
teriwayatkan pada Talkhishulkhabiir hal 242-243, dari Al Majmu^
Linnawawiy hal 243, dikeluarkan pula oleh Attabraniy dalam Alkabir
no.7979, dan ALhaitsamiy pada Majmu^ zawaid no.4248, dan Addhiya^
telah menguatkannya pada Ahkamnya.
riwyat lainnya adalah dikeluarkan oleh Alhafidh Sa^id bin Masnhur
yg berkata : jika telah selesai penguburan mayyit, dan orang orang
mulai meninggalkan kubur maka para sahabat senang mentalqin mayyit
di kuburnya : wahai fulan, katakanlah Laa ilaha illallah, …wahai
fulan.. katakanlah…dst ..dst.. hingga akhir hadits. lalu mereka
meninggalkan kubur, dan berkata Imam Assyaukaniy bahwa hal ini
dsiebutkan oleh ALhafidh Ibn Hajar dalam Attalkhish dan ia tidak
menentangnya (Talkhiishulhabiir hal 243, dari Almajmu^ oleh Imam
Annawawi)
berkata Imam Nawawi : diriwayatkan oleh ALbaihaqiy dg sanad hasan
bahwa Ibn Umar ra menyukai pembacaan awal dan akhir surat
Albaqarah dikubur setelah penguburan, mengenai Talqin mayyit
setelah penguburan telah dikatakan Jamaah yg banyak dari kita
(Madzhab Syafii) bahwa hal itu dicintai dan baik dilakukan. (Al
Adzkar hal 123)
dan memang telah jelas bahwa orang mati itu mendengar suara mereka
yg masih hidup.
Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam
untuk ahli kubur dengan ucapan Assalaamu alaikum Ahliddiyaar
minalmu minin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As
alullah lana wa lakumul aafiah.. (Salam sejahtera atas kalian
wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih
sayang Allah atas yg terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh
Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim hadits no
974, 975, 976). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw
bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang
dengan ucapan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian .
Rasul saw berbicara kepada yg mati sebagaimana selepas perang
Badr, Rasul saw mengunjungi mayat mayat orang kafir, lalu
Rasulullah saw berkata : wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai
Umayyah bin Khalf, wahai Utbah bin Rabi , wahai syaibah bin rabi
ah, bukankah kalian telah dapatkan apa yg dijanjikan Allah pada
kalian ?!, sungguh aku telah menemukan janji tuhanku benar..! ,
maka berkatalah Umar bin Khattab ra : wahai rasulullah.., kau
berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka mendengar ucapanmu? ,
Rasul saw menjawab : Demi (Allah) Yang diriku dalam genggamannya,
engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama
sama mendengarku), akan tetapi mereka tak mampu menjawab (shahih
Muslim hadits no.6498).
Makna ayat : Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yg telah mati
.
Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yg
dimaksud orang yg telah mati adalah orang kafir yg telah mati
hatinya dg kekufuran, dan Imam Qurtubi menukil hadits riwayat Imam
Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul saw berbicara dengan orang
mati dari kafir Quraisy yg terbunuh di perang Badr. (Tafsir
Qurtubi Juz 13 hal 232).
Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna
ayat itu : bahwa engkaua wahai Muhammad tak akan bisa memberikan
kefahaman kepada orang yg telah dikunci Allah untuk tak memahami
(Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal 55, )
Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : walaupun
ada perbedaan pendapat tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat
mayat orang kafir pada peristiwa Badr, namun yg paling shahih
diantara pendapat para ulama adalah riwayat Abdullah bin Umar ra
dari riwayat riwayat shahih yg masyhur dengan berbagai riwayat,
diantaranya riwayat yg paling masyhur adalah riwayat Ibn Abdilbarr
yg menshahihkan riwayat ini dari Ibn Abbas ra dg riwayat Marfu
bahwa : tiadalah seseorang berziarah ke makam saudara muslimnya
didunia, terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab
salamnya , dan hal ini dikuatkan dengan dalil shahih (riwayat
shahihain) bahwa Rasul saw memerintahkan mengucapkan salam pada
ahlilkubur, dan salam hanyalah diucapkan pada yg hidup, dan salam
hanya diucapkan pada yg hidup dan berakal dan mendengar, maka
kalau bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah
sama dengan batu dan benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu
dalam satu pendapat tanpa ikhtilaf akan hal ini, dan telah muncul
riwayat yg mutawatir (riwayat yg sangat banyak) dari mereka, bahwa
Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yg hidup ke kuburnya .
Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal
439).
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=11361&lang=id#11361
Wassalam,
AdminIII
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=15912
