TUAN MANUSIA – 2007/10/01

0

NURYADIN TUAN MANUSIA – 2007/10/01 23:12 Mazmur Daud. Demikianlah firman
TUHAN kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat
musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu. [Mazmur 110:1]

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra katanya: Pada suatu hari
Rasulullah saw dibawakan dengan seketul daging, lalu diberikan
daging paha tersebut kepada baginda yang sememangnya baginda
sangat sukai. Baginda menggigitnya sekali lalu bersabda: Aku
adalah pemimpin manusia pada Hari Kiamat. Tahukah kamu apa
sebabnya? Pada Hari Kiamat, Allah mengumpulkan orang-orang yang
terdahulu dan orang-orang yang terkemudian pada satu kawasan yang
luas. Ada penyeru yang memperdengarkan kepada mereka dan ada
penglihatan yang mengawasi setiap orang dari mereka. Jarak
matahari begitu dekat sehingga manusia pada ketika itu berada pada
kemuncak kesusahan dan kepayahan yang amat dahsyat, mereka tidak
berkuasa untuk menanggung keadaan tersebut. Sebahagian daripada
mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Tidakkah kamu tahu apa
yang sedang kamu alami. Tidakkah kamu rasai kepayahan yang telah
menimpa kamu? Tidakkah kamu mempunyai pandangan sesiapa yang dapat
memintakan syafaat kepada Tuhan kamu?

Maka setengah dari mereka mengusulkan agar menemui Nabi Adam as.
Maka mereka menemui Nabi Adam as lalu berkata: Wahai Adam! Engkau
adalah bapa manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya
dan meniupkan roh ke dalam dirimu. Dia juga memerintahkan para
Malaikat supaya sujud kepadamu. Mintakankah syafaat untuk kami
kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami?
Tidakkah engkau melihat kepayahan yang menimpa kami? Nabi Adam as
berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku sangat marah,
kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan
terjadi selepas ini. Dulu, aku dicegah mendekati sebatang pohon,
tetapi aku mendurhakaiNya. Diriku, diriku. Pergilah kepada orang
lain. Pergilah kepada Nabi Nuh as.

Maka mereka pun pergi menemui Nabi Nuh as lalu berkata: Wahai Nuh!
Engkau adalah Rasul pertama di atas bumi dan Allah menyebutmu
hamba yang banyak bersyukur. Mintakanlah syafaat untuk kami kepada
Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami?
Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa kami? Beliau
berkata kepada mereka: Pada hari ini, Tuhanku sangat marah,
kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum ini dan tidak akan
terjadi selepas ini. Dulu aku berdoa dengan doa yang mencelakakan
kaumku. Diriku, diriku. Pergilah kamu kepada Nabi Ibrahim as.

Mereka pun pergi menemui Nabi Ibrahim as lalu berkata: Engkau
adalah Nabi dan kekasih Allah di antara penduduk bumi. Mintakanlah
syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa
yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah
menimpa kami? Nabi Ibrahim as berkata: Sesungguhnya pada hari ini
Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi sebelum
ini dan tidak akan terjadi selepas ini. Beliau menyebut
pembohongan-pembohongannya. Diriku, diriku. Pergilah kamu kepada
orang lain. Pergilah kamu kepada Nabi Musa as.

Maka mereka pun pergi menemui Nabi Musa as lalu berkata: Wahai
Musa! Engkau adalah Utusan Allah. Allah telah mengutamakanmu
dengan risalahNya dan KalamNya, melebihi manusia lain. Mintakanlah
untuk kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa
yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah
menimpa kami? Nabi Musa as berkata: Sesungguhnya pada hari ini
Tuhanku sangat marah, kemarahan yang belum pernah terjadi dan
tidak akan terjadi selepas ini. Dulu aku membunuh orang padahal
aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Diriku, diriku.
Pergilah kamu kepada Nabi Isa as.

Maka mereka pun pergi menemui Nabi Isa as lalu berkata: Wahai Isa!
Engkau adalah utusan Allah. Engkau telah berbicara kepada manusia
semasa engkau masih dalam buaian. Engkau adalah kalimahNya yang
Dia sampaikan kepada Mariam dan roh dariNya. Mintakanlah untuk
kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa yang
sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah menimpa
kami? Nabi Isa as berkata: Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku
sangat marah, kemarahan yang tidak pernah terjadi sebelum ini dan
tidak akan terjadi selepas ini. Aku bukanlah orang yang layak
dimintai pertolongan. Diriku, diriku. Pergilah kepada orang lain.
Pergilah kepada Nabi Muhammad saw.

Maka mereka telah mendatangiku dan berkata: Wahai Muhammad! Engkau
adalah Utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah
mengampunimu, dosa yang terdahulu dan yang terkemudian.
Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat apa
yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang telah
menimpa kami?

Akupun berangkat. Sesampainya di bawah Arasy, aku merebahkan diri
bersujud kepada Tuhanku. Kemudian Allah membukakan kepadaku dan
memberiku ilham, berupa puji-pujian bagiNya dan sanjungan
kepadaNya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun
sebelumku. Kemudian difirmankan: Wahai Muhammad angkatlah
kepalamu. Mintalah, engkau pasti diberi. Berikanlah syafaat,
syafaatmu diterima. Aku mengangkat kepala sambil berkata: Wahai
Tuhanku. Umatku, umatku. Maka Allah berfirman: Wahai Muhammad.
Masukkanlah umat-umatmu yang tidak harus dihisab ke dalam Syurga
melalui pintu sebelah kanan di antara pintu-pintu Syurga. Mereka
juga boleh masuk bersama orang lain yaitu ahli Syurga yang bukan
termasuk golongan di atas dari pintu-pintu lain. Demi Zat yang
menguasai jiwa Muhammad Sesungguhnya jarak antara dua pintu Syurga
itu, sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar sebuah Kota di
Bahrain atau sama dengan jarak antara Mekah dan Busyra dekat
Damsyik. [HR. Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad bin
Hanbal]

Lihatlah, ketika para nabi berkata, â Selamatkan diriku,
selamatkan diriku!â , Muhammad Rasulullah SAAW tetap ingat kepada
ummatnya dan berkata, â Selamatkan ummatku, selamatkan ummatku!â
. Dan lihatlah bahwa Muhammad Rasulullah adalah Tuan/Lord/Sayid.
Dia itulah Penghibur/Comforter. Dia itulah Jurusyafaat. Dia itulah
Parakletos. Dia itulah Sang Penolong yang akan menolong manusia di
hari berbangkit. Di tangan Nabi Muhammad itulah diserahkan
Kerajaan Tuhan.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil
dari padamu (wahai orang Israel) dan akan diberikan kepada suatu
bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu (yaitu bangsa Arab
yang dari bangsa itu lahir Nabi Muhammad SAAW). [Matius 21:43]

Katanya: Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat (tapi
belum datang). Bertobatlah dan percayalah kepada Injil! [Markus
1:15]

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (yang dijanjikan)
itu (yaitu Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari
Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan
jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah
sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu
adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana. [QS. An-Nisa: 170]

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami,
menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu
sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya
telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang
menerangkan. [QS. Al-Maidah: 15]
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami,
menjelaskan (syari`at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman)
rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: Tidak datang kepada kami
baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi
peringatan . Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita
gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. [QS. Al-Maidah: 19]
Kepada Muhammad Rasulullah SAAW telah diberikan hikmah, pengertian
dan nasihat yang baik serta keperkasaan, juga maâ rifah
(pengenalan) kepada Allah serta ketaqwaan kepada Allah. Dialah
yang dipilih oleh Allah, yang Allah ridha/berkenan/puas kepadanya.
Dia diutus untuk menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang
sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberikan
pembebasan kepada orang-orang yang ditawan oleh dunia. Dunia
merupakan penjara bagi orang-orang beriman dan nerupakan surga
bagi orang-orang kafir. Orang-orang beriman itulah anak-anak Allah
yang akan mewarisi Kerajaan Allah.

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang
beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari
golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat
Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka
Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi)
itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. [Ali â
Imran: 164]

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah
dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang
menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga
mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan
keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan
pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke
dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal
di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas
terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang
beruntung. [QS. Al-Mujadilah: 22]

(hotarticle.org)

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=8033

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted